Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ujian Nasional 2016

So Sweet, Sejumlah Pasutri di Demak Ikut Ujian Nasional Paket C

Sebanyak 322 peserta kejar Paket C yang tergabung dalam Sub Rayon 1 mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan di SMP Negeri Karangtengah, Demak

Penulis: puthut dwi putranto | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Puthut Dwi Putranto
Peserta kejar Paket C yang tergabung dalam Sub Rayon 1 mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) yang kedua di SMP Negeri Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (05/04/2016). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Sebanyak 322 peserta kejar Paket C yang tergabung dalam Sub Rayon 1 mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) di SMP Negeri Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Para peserta yang berasal dari 9 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) terlihat serius mengerjakan soal-soal ujian Matematika dan Sosiologi yang terjadwal di hari kedua, Selasa (5/4/2016).

Selain mapel tersebut, pada hari selanjutnya, para peserta yang terdiri dari 227 laki laki dan 95 perempuan akan dihadapkan pada soal Bahasa Inggris, ekonomi dan PKN.

Ketua Sub Rayon 1 UNPK Paket C Demak, Puji Wahyuni, mengatakan, pelaksanaan UNPK tahun 2016 hampir tidak jauh berbeda dengan UNPK tahun 2015 lalu.

"Waktu Ujian Paket C sama dengan Ujian Nasional untuk sekolah menengah formal, hanya jika sekolah formal pelaksanaan UN pagi hari maka Paket C ujiannya siang hari mulai jam 13.30 – 18.00 WIB. Selain itu sementara ini tempat ujiannya juga masih pinjam," terang Puji kepada Tribun Jateng.

Peserta UNPK Paket C tahun 2016 di sub rayon 1 Demak beragam. Mulai dari siswa putus sekolah formal yang dirangkul untuk melanjutkan pelajaran di pendidikan non formal hingga para manula yang ingin mendapatkan kesempatan mengenyam bangku pendidikan meski hanya di sekolah non formal.

Tahun ini beberapa PKBM bahkan memiliki peserta didik yang masih satu keluarga tapi mengikuti ujian bersama. Semangat belajar masyarakat terus digenjot.

"Seperti halnya Sumartono dan Sumarti. Mereka merupakan pasutri yang menjadi warga belajar di PKBM Nusa Bakti Sayung. Sementara itu pasangan bapak dan anak warga belajar PKBM Al Huda juga mengikuti ujian di kelas yang sama. Bahkan di PKBM Ar Rohmah Mranggen ada pasutri yang terpaksa mengajak balitanya ikut ujian di kelas sebab anaknya sedang sakit sementara si ibu tetap harus mengikuti ujian," pungkas Puji.

Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Karangtengah, Mugiyatmi, menuturkan, pihaknya merasa bersyukur karena wilayahnya dijadikan tempat ujian bagi PKBM yang tergabung dalam sub rayon 1. Ia hanya berpesan kepada panitia untuk menjaga pelaksanaan UNPK supaya tertib.

"Telitilah data, jangan sampai antara Daftar Nominasi Sementara dan Daftar Nominasi Tetap para peserta tidak sinkron. Sebab masalah data sangat penting untuk efek jangka panjangnya, " Kata Mugiyatmi.

Sementara itu para penyelenggara PKBM mengharap kepada Dindikpora Kabupaten Demak untuk lebih intensif melakukan pembinaan di lapangan. " Kami butuh motivasi yang lebih sebab menangani pendidikan non formal lebih sulit daripada pendidikan formal, " ujar Ketua PKBM Al Hikmah Guntur, A Yasin. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved