Kisah Indonesia Bebaskan WNI Tersandera Kelompok Abu Sayyaf 2005
Kisah Indonesia Bebaskan WNI Tersandera Kelompok Abu Sayyaf 2005
"Dengan satu pintu, kita bisa mengarahkan dia (penculik), bisa mengendalikan dia, bisa mempengaruhi dia, sehingga kemauan kita yang dituruti dan bukan kemauannya," jelas Benny.
Kepada keluarga sandera, pemerintah harus bisa membuat mereka tenang dan tidak panik, katanya. "Saya dulu membangun komunikasi yang baik dengan keluarga agar mereka tahu day by day kemajuannya," ungkapnya ditulis BBC (11/4/2016).
Sambil operasi berjalan, pihaknya juga terus mengenali penculiknya dan mengecek terus kondisi kesehatan sandera. "Dan dalam berkomunikasi dengan penculik, gunakan isu-isu yang menyentuh. Bagaimanapun mereka manusia," ujar Benny.
Dimintai komentarnya tentang proses pembebasan terhadap 10 WNI yang saat ini disandera kelompok Abu Sayyaf, Benny mengatakan langkah pemerintah Indonesia sudah tepat.
"Diplomasi diutamakan, ibu menlu sudah turun ke Filipina, instansi terkait sudah berkoordinasi untuk lobi dan pertukaran informasi," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/milisi-filipina_20160411_074251.jpg)