Sudah Dua Hari Museum Tertua di Indonesia Ini Tutup, Karyawan Beralasan Pergi Keluar Kota, Ada Apa?
Selama dua hari ini, ternyata Museum Radya Pustaka Solo telah berhenti jam operasionalnya
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Selama dua hari ini, ternyata Museum Radya Pustaka Solo telah berhenti jam operasionalnya.
Terhentinya jam operasional museum yang terletak di kawasan Sriwedari ini lantaran selama dua hari mulai Rabu (13/4/2016) kemarin, para karyawannya tidak datang bekerja.
Anggota Komite Museum Radya Pustaka (KRMP), St Wiyono mengatakan sejumlah karyawan pada hari Rabu (13/4/2016) tidak masuk bekerja lantaran berbagai macam alasan.
Pada hari Kamis (14/4/2016) ini, para karyawan yang bekerja di museum yang berdiri sejak 28 Oktober 1890 ini, juga tidak ada yang datang dan museum juga tutup.
"Kami belum memperoleh konfirmasi jelas, soal sikap karyawan tidak masuk kerja pada Kamis. Kalau hari Rabu kemarin, 12 karyawan (termasuk ketua) yang bekerja di museum memberi alasan pergi keluar kota," ujarnya, Kamis (14/4/2016).
St Wiyono menduga absennya para karyawan museum tertua di Indonesia ini lantaran permasalahan keuangan.
Hal ini lantaran bantuan biaya operasional dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang selama ini menjadi tumpuan utama pembiayaan museum sampai sekarang belum juga cair, sehingga pembayaran gaji karyawan tertunda sejak bulan Januari 2016.
"Sebelumnya pihak KMRP sebagai pengelola memutuskan untuk tetap mengoperasikan museum walaupun masih menghadapi persoalan keuangan. Namun, karyawan ternyata memilih tidak hadir," sambungnya.
Menjawab pertanyaan sampai kapan Museum Radya Pustaka terpaksa tutup, St Wiyono mengaku belum bisa memastikan, karena terkait dengan biaya operasional.
Bahkan, rekening listrik bulan April yang harus dibayarkan pada bulan Mei nanti, kemungkinan besar akan menunggak, karena sudah tak memiliki lagi kemampuan finansial.
Kalau saja ada kepastian Pemkot Solo mencairkan bantuan operasional, pihaknya masih bisa berkelit dengan berbagai upaya untuk menutup kebutuhan pembiayaan.
"Masalahnya, kucuran biaya operasional ini menyangkut payung hukum, terkait posisi kelembagaan Museum Radya Pustaka," ujarnya.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (PlT) Sekretaris Daerah (Sekda), Rakhmat Sutomo mengatakan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo sudah mendisposisikan untuk segera mencairkan biaya operasional bagi Radya Pustaka.
Hanya saja, proses pencairan itu masih harus menunggu hasil verifikasi pos-pos anggaran yang masuk dalam kategori biaya operasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/museum-radya-pustaka-solo_20150823_155959.jpg)