Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hari Kartini

Hari Kartini di Mata Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu

Hari Kartini di Mata Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu

Penulis: dini | Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
HEVEARITA G RAHAYU atau MBAK ITA WAKIL WALIKOTA SEMARANG. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Emansipasi wanita selalu didengungkan jelang atau saat memeringati Hari Kartini, 21 April. Meski 136 tahun telah berlalu, perempuan Indonesia terus memperjuangkan cita-cita Kartini yang menginginkan perempuan memiliki kesempatan sama seperti halnya pria.

Keinginan itupun terwujud. Di berbagai bidang, perempuan mendapat tempat yang biasanya didominasi kaum pria. Tak terkecuali, pimpinan daerah. Satu di antara yang berhasil menduduki jabatan tersebut adalah Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Sejak 17 Februari 2016, wanita yang akrab disapa Ita ini resmi menjabat wakil wali kota Semarang, mendampingi Wali Kota Hendrar Prihadi dalam memimpin Kota Lumpia. Ita merupakan wakil wali kota perempuan pertama Kota Semarang.

Sebenarnya, terjun di dunia politik dan menjadi pemimpin daerah tak pernah dicita-citakannya. "Dulu, saya hanya ingin menjadi wanita karier," cerita Ita kepada Tribun Jateng, belum lama ini.

Alasan Ita cukup sederhana. Sebagai anak yang lahir dari keluarga tidak kaya, wanita kelahiran 4 Mei 1966 ini ingin membantu perekonomian keluarga dan menjadi panutan bagi empat adik.

Lulusan sarjana Pertanian Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ini bersyukur, apa yang diinginkan terwujud. Selama 17 tahun, dia bekerja di bagian financial institution atau pengelolaan costumer di sebuah bank. Karirnya pun menanjak dan dia ditunjuk menjadi direktur utama PT Sarana Patra Hulu Cepu, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Tengah.

Selama meniti karir, Ita tak merasakan diskriminasi gender. Itu sebabnya, dia bangga berhasil menduduki posisi-posisi itu sebagai bukti prestasi. Tak terkecuali, saat menjadi pimpinan di PT Sarana Patra Hulu Cepu yang didominasi pegawai pria. "Saat pengolahan minyak pertama, saya terjun bersama jajaran menteri menuju kapal di tengah laut. Hanya saya satu-satunya wanita yang ada. Sama, saya naik helikopter saat bertugas, tidak ada perlakuan yang berbeda," ujarnya.

Ita tidak menampik, pekerjaan yang dilakoni sebelumnya cukup maskulin. Walau demikian, dia tak kesulitan mengikuti ritme kerja yang ada. Ita menyebut, lingkungan dan didikan di keluarga membuat dia lebih tangguh menghadapi tantangan. Apalagi, keempat adiknya laki-laki. Ita pun tumbuh menjadi gadis tomboy.

Kebiasaan Ita bekerja secara cepat dan tepat di dua perusahan sebelumnya, terbawa hingga kini dia menduduki kursi wakil wali kota. Tidak heran, seringkali, para staf tak bisa mengimbangi langkah Ita ketika meninjau suatu proyek atau melakukan inspeksi mendadak (sidak) di satu tempat. "Terkadang, saya lupa bila teman-teman di lingkungan sekarang banyak perempuan. Suka kebablasan, pinginnya jalan cepat," paparnya.

Kendati tomboy, Ita tetap memberi sentuhan feminin di lingkungan kerja. Satu di antaranya, mendekorasi ruang kerja. Beberapa mebel ruangan diganti dan cat ruangan diganti putih agar lebih bersih.

Ita juga tak kehilangan empati dan sifat keibuan yang menjadi kodrat wanita. Apalagi, bila melihat angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Semarang cukup banyak. Begitu pula, angka kematian ibu melahirkan dan pengidap HIV/AIDS yang justru banyak dialami ibu rumah tangga. "Untuk mengatasi itu semua, saya tidak bisa berjalan sendiri. Harus menggandeng semua organisasi perempuan untuk mengangkat derajat wanita yang menderita lewat membuka unit pelayanan," kata Ita.

Terkait itu, Ita tengah merancang usaha pemberdayaan bagi ibu rumah tangga agar mandiri. Bentuknya memberi keterampilan yang disesuaikan potensi masing-masing daerah, lewat berbagai pelatihan. Semisal, membatik, membuat keripik nangka atau membuat kerajinan tangan. "Kartini menjadi pendobrak agar kaum prempuan sejajar, maju dan berani. Wanita tidak hanya sebagai istri namun embrio bagi keluarga lewat berbagai keterampilan yang dimiliki," ujarnya. (tribunjateng/dini suciatiningrum)

BIODATA

Nama: Hevearita Gunaryanti Rahayu
Lahir: 4 Mei 1966
Jabatan: Wakil Wali Kota Semarang 2016-2021
Pendidikan: Sarjana Pertanian Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran
Suami: Alwin Basri

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved