Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pabrik Kayu Presiden Jokowi Terbakar

Misteri Terbakarnya Pabrik Milik Jokowi yang Terjadi saat Presiden Masih Ada di Inggris

Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kebakaran pabrik kayu lapis atau tripleks PT Rakabu Sejahtera

Editor: muslimah
tribun solo
Pabrik triplek Rakabu milik Presiden Jokowi di Sragen Terbakar, Selasa (19/4/2016). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kebakaran pabrik kayu lapis atau tripleks PT Rakabu Sejahtera di Wonosari, Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah, Selasa (19/4/2016).

"Kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran itu," kata Kapolres Sragen, AKBP Ari Wibowo di lokasi kebakaran di Jl Solo-Purwodadi, Kalijambe, Sragen.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di salah satu ruang oven atau pengeringan kayu.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, sampai pukul 19.30 WIB api masih terus membesar.

Membesarnya api tersebut karena di dalam ruang open pabrik terdapat bahan mudah terbakar.

Seperti diberitakan sebelumnya, pabrik kayu lapis milik Presiden Joko Widodo, PT Rakabu Sejahtera yang berada di tepi Jl Solo-Purwodadi, Kalijambe, Sragen, terbakar, Selasa (19/4/2016) sore.

Presiden Jokowi Masih di Inggris

Sementara itu Presiden Jokowi saat ini masih berada di Inggris.

Presiden dan Perdana Menteri Inggris David Cameron menyaksikan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara kedua negara di Kantor Perdana Menteri di Downing Street, London, Selasa (19/4/2016).

Pertemuan antara Joko Widodo dan Cameron adalah salah satu agenda pertama dalam lawatan Presiden Indonesia ke Inggris.

Berdasarkan berita yang dilansir BBC Indonesia, bidang kerja sama yang disepakati itu adalah tentang pendidikan tinggi dan penyelenggaraan pesta olahraga tingkat dunia.

Selain itu, ada pula kesepakatan di bidang industri kreatif, maritim dan perikanan, serta kerja sama antara maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan produsen pesawat Airbus.

Khusus menangapi kerja sama dengan Airbus, Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo menjelaskan, kerja sama dengan Airbus terkait restrukturisasi armada A330-300 menjadi A330-900neo.

Kesepakatan ini diwujudkan dalam bentuk restrukturisasi pemesanan sebanyak tujuh A330-300 menjadi 14 pesawat A330-900neo. Pesawat itu akan mulai diterima Garuda Indonesia pada tahun 2019 mendatang.

Sebelum penandatanganan, Dirut Garuda menjelaskan, kerja sama dengan Airbus/Rolls Royce juga mencakup aspek pemeliharaan pesawat.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved