Cilok Gajahan Ini Ludes Diserbu Pembeli dalam Dua Jam. Apa Istimewanya?
Adalah Syahrul, bapak dua orang anak yang sejak delapan tahun terakhir berjualan cilok.
"Selain sambal cilok ini juga disajikan dengan kecap. Untuk kecap pun saya menggunakan yang kualitasnya bagus, meski harganya mahal," kata Syahrul.
Konsistensi menjaga kualitas rasa menghasilkan pendapatan yang lumayan besar. Dalam sehari omzet yang didapatkannya hingga mencapai Rp.1,5 juta.
Selain menjual cilok di Alun-Alun Selatan, istrinya juga berjualan di rumah mereka yang berada di Kampung Kadipaten Kulon KP 1, Nomor 270, RT 16/ RW O2, Keluragan Kadipaten, Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta. (Tribun Jogja/Hamim Thohari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/cilok-gajahan-yogya_20160424_182215.jpg)