Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hebat, Usia Sudah 112 Tahun Namun Loko Bobo dan Boni Masih Perkasa Melaju di Rel

Hebat, Usia Sudah 112 Tahun Namun Loko Bobo dan Boni Masih Perkasa Melaju di Rel

Tayang:
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: iswidodo
tribunjateng/sulis
Lokomotif Uap tertua di Indonesia, Bobo dan Boni di Ambarawa Jateng. LOKOMOTIF TUA - Vanesia Tiara model dari Ambarawa berpose di depan lokomotif tua di Stasiun Ambarawa Minggu (24/4). 

TRIBUNJATENG.COM - Di usianya yang ke 112, Bobo dan Boni masih perkasa melaju di atas rel. Untuk merayakan ulang tahun lokomotif uap bernomor B2502 dan B2503 itu, para wisatawan menjajal Bobo dan Boni dari Stasiun Ambarawa menuju stasiun Tuntang, Minggu (24/4).

Dalam perjalanan kereta api uap tersebut penumpang diajak melewati hamparan sawah dan Rawa Pening. Penumpang terlihat menoleh ke jendela untuk menikmati pemandangan tersebut.

“Ini kesempatan bagus karena jarang-jarang bisa naik kereta kuno. Naik kereta ini seperti terbang kembali ke masa lalu,” ujar Johan Susilo (40), Warga Ungaran Kabupaten Semarang yang ikut menumpang kereta.

Johan mengajak istri beserta anaknya untuk menikmati kereta kuno. Ia sudah beberapa kali mengajak keluarganya ke Stasiun Ambarawa untuk menaiki kereta wisata. Anaknya yang berusia lima tahun sangat suka dengan kereta api. “Saya sudah sering menaiki kereta wisata yang ada di Ambarawa. Hampir seluruh kereta wisata di Ambarawa sudah saya coba,” jelasnya.

Johan merasakan naik kereta tua sangat berbeda dengan kereta kormesil. Kereta tua berjalan sangat pelan, sehingga Ia dapat menikmati pemandangan. Menurut Johan kereta wisata dengan nomor B2502 termasuk kereta langka, karena kereta bergerigi yang ditumpanginya itu hanya ada di Ambarawa. “Kereta ini di dunia hanya ada dua di Ambarawa dan di Swiss,” ujarnya.

Humas PT KAI Daop IV Gatut Sutiyamoko mengatakan PT KAI menggelar berbagai acara untuk memperingati hari ulang tahun Bobo dan Boni. “Peringatan ini ada kegiatan Tracking (napak tilas) dari Ambarawa menuju ke Tuntang, kegiatan fotografi, dan cuci lokomotif,” kata Gatut.

Menurutnya nama Bobo dan Boni baru diberikan lima tahun yang lalu. Corporate Deputy Director Reservation of Architecture PT Kereta Api Indonesia (KAI) Laila Ubaidi mengatakan lokomotif uap berusia 112 tahun itu adalah lokomotif pertama di Indonesia. Pertama kali lokomotif tersebut diturunkan di pelabuhan Semarang.

“Kereta melayani jalur dari Semarang, Ambarawa, Bedono, Secang, Magelang, sampai ke Yogyakarata,” ujarnya.

Menurutnya perayaan tersebut berguna untuk mengenang sejarah kereta api atau dapat dijadikan sarana hiburan, pendidikan, dan atraksi pariwisata. “Bobo dan Boni adalah lokomotif biasa untuk mengangkut barang, penumpang, dan militer,” tuturnya.

Vanesia Tiara model dari Ngampin Ambarawa bersemangat mengikuti sesi pemotretan lomba foto. Vanezia tampil anggun mengenakan gaun merah muda. “Meskipun saya warga Ambarawa saya baru sekali naik kereta uap,” ujarnya

Vanesia mengaku merasakan sensasi tersebdiri saat menaiki kereta uap. “Rasanya beda. Unik aja naik kereta uap. Kalau naik kereta biasa ga ada sensasinya. Naik kereta ini lebih asyik saat melihat keluar asapnya, dan mendengar suaranya,” ucapnya. (Tribunjateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved