Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Menelisik Pesawat Pengangkut Sandera Abu Sayyaf, Ternyata Pernah Dipakai Angkut Jenazah Putri Diana

BAe 146 adalah pesawat langka di Indonesia, populasinya mungkin bisa dihitung dengan jari.

Tayang:
Editor: a prianggoro
Menelisik Pesawat Pengangkut Sandera Abu Sayyaf, Ternyata Pernah Dipakai Angkut Jenazah Putri Diana - pesawat-sandera_20160508_193941.jpg
AFP / JEFRI TARIGAN
Warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Sepuluh awak kapal pandu Brahma 12 milik perusahaan tambang dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, disandera sejak 26 Maret lalu.
Menelisik Pesawat Pengangkut Sandera Abu Sayyaf, Ternyata Pernah Dipakai Angkut Jenazah Putri Diana - pesawat-sandera_20160508_194015.jpg
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Pesawat yang membawa Warga Negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Sepuluh Anak Buah Kapal WNI disandera kelompok bersenjata sejak 26 Maret 2016 lalu.
Menelisik Pesawat Pengangkut Sandera Abu Sayyaf, Ternyata Pernah Dipakai Angkut Jenazah Putri Diana - bae-146-registrasi-pk-osp_20160508_194127.jpg
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com
BAe 146 registrasi PK-OSP.
Menelisik Pesawat Pengangkut Sandera Abu Sayyaf, Ternyata Pernah Dipakai Angkut Jenazah Putri Diana - bae-146-registrasi-ze702_20160508_194438.jpg
YouTube.com/ITV News
BAe 146 registrasi ZE702 milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris yang membawa jenazah Putri Diana, Minggu (31/8/1997).

TRIBUNJATENG.COM- Sebanyak 10 warga negara Indonesia awak kapal Pandu Brahma 12 yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf, dibebaskan dan tiba di Indonesia melalui bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (2/5/2016) pukul 23.24 WIB.

Ke-10 sandera tersebut nampak keluar dari pesawat British Aerospace (BAe) 146. Pertanyaan yang mengelitik, BAe 146 milik siapa yang dipakai menerbangkan sandera WNI dari Filipina ke Indonesia?

Untuk diketahui, BAe 146 adalah pesawat langka di Indonesia, populasinya mungkin bisa dihitung dengan jari. Maskapai regional Indonesia, Linus Airways sempat menggunakannya di tahun 2000-an, sebelum akhirnya bangkrut dan menghentikan operasinya.

Tak heran jika operator banyak menanggalkan BAe 146 karena biaya perawatannya yang mahal. Maklum, walau termasuk pesawat menengah, BAe 146 memiliki empat mesin, tentunya biaya perawatannya sangat mahal.

Selain itu, tak banyak pula pilot, mekanik, dan awak kabin yang memiliki type rating atau type certification BAe 146 di Indonesia, sehingga operasionalnya akan semakin sulit.

Dua operator, pemilik sama?

Kembali ke BAe 146 yang membawa 10 sandera WNI di atas, hanya sedikit informasi yang didapat tentang pesawat itu. Dari foto-foto yang beredar, nomor registrasi pesawat juga tidak nampak jelas.

Dari beberapa berita disebut bahwa BAe 146 yang membawa pulang 10 WNI sandera Abu Sayyaf itu menggunakan logo Victory News di sirip tegak (vertical stabilizer) pesawat. Victory News adalah nama surat kabar harian yang beredar di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Dari informasi tersebut, KompasTekno mencoba mencari tahu BAe 146 siapa yang digunakan oleh Victory News.

Ternyata, di situs database pesawat, Planespotters.net, ditemui informasi bahwa BAe 146 Victory News sejatinya adalah pesawat sewaan yang dioperasikan oleh maskapai TransNusa Aviation Mandiri. Di bawah TransNusa, BAe 146 itu didaftarkan di Indonesia dengan registrasi PK-TNV.

Menurut Planespotters.net, TransNusa baru mengoperasikan BAe 146 itu per Juli 2015 lalu, setelah sebelumnya dioperasikan oleh maskapai charter lain di Indonesia, yaitu Airfast. Saat dioperasikan oleh Airfast, BAe 146 tersebut didaftarkan dengan registrasi PK-OSP.

PK-OSP di kalangan pehobi dunia penerbangan, dikenal sebagai pesawat operasional milik bos Metro TV sekaligus pendiri Partai Nasional Demokrat, Surya Paloh. Itu kenapa dua alphabet terakhir dari registrasinya menggunakan inisial nama Surya Paloh (SP).

Fakta ini juga menjawab mengapa ada logo Partai Nasional Demokrat di dekat pintu pesawat, sedikit di belakang kaca kokpit.

Namun belum diketahui apakah saat dioperasikan oleh TransNusa, Surya Paloh tetap menjadi pemilik pesawat ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved