Tangisan Bayi Pagi Buta di Jalan Lingkar Tanjung Emas itu, Ternyata

Dia kemudian mendekat ke arah suara tersebut. Benar saja, di depan warungnya, sesosok bayi perempuan tergeletak.

Tangisan Bayi Pagi Buta di Jalan Lingkar Tanjung Emas itu, Ternyata
TRIBUNJATENG/FAJAR EKO NUGROHO
Ilustrasi 

SEMARANG, TRIBUNJATENG.COM -- Solekhah (40) kaget bukan kepalang, ketika mendengar tangis bayi di dekat warungnya, di tepi Jalan Lingkar Tanjung Emas, Kota Semarang, Selasa (10/5) pukul 05.00.

Dia kemudian mendekat ke arah suara tersebut. Benar saja, di depan warungnya, sesosok bayi perempuan tergeletak.

Tak ada barang lain di dekat bayi cantik itu. Satu-satunya barang yang berkait dengan bayi itu hanyalah baju yang melekat di badan sang bayi.

Sang penemu itu kemudian membawa bayi tersebut ke Mapolsek Semarang Utara.

Selanjutnya, polisi membawa bayi itu ke Rumah Sakit Hermina, Pandanaran, untuk mendapatkan perawatan.

"Umurnya diperkirakan satu minggu, berat bayi tiga kilogram, panjangnya 48 sentimeter. Kondisi bayi sehat, cuma tetap harus mendapat perawatan setelah dibuang," kata Kapolsek Semarang Utara, Kompol Sulkhan.

Dia menyatakan, belum mengetahui alasan pasti pembuangan bayi tersebut. "Belum tahu alasannya, masih kami telusuri," ujarnya.

Dia memaparkan, pihaknya masih menyelidiki siapa orang tua dari bayi perempuan yang diperkirakan berusia satu minggu tersebut.

"Kami masih menyelidiki siapa orang tua bayi itu, terlebih lokasi pembuangannya dekat dengan jalur utama Jalan Arteri Yos Sudarso. Kemungkinan (pembuang bayi--Red) lewat, lalu membuang bayinya di lokasi," kata Sulkhan.

Menurutnya, saat ini sudah banyak yang mengajukan untuk mengadopsi bayi tersebut. Pihaknya tetap membantu apabila ada warga yang ingin mengadopsi bayi itu selama melalui prosedur yang susah ditetapkan.

"Banyak yang mengajukan mau adopsi, termasuk anggota saya (polisi di Polsek Semarang Utara--Red). Nanti kami pertimbangkan, selama memenuhi prosedur. Kami upayakan yang terbaik bagi si bayi," katanya.

Warga yang ingin mengajukan adopsi bayi itu, kata Sulkhan, harus jelas identitasnya. "Agar identifikasinya jelas, untuk kebaikan si bayi juga. Jadi kalau datanya lengkap bisa dimonitor," katanya. (*)

Penulis: muh radlis
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved