Warga Korban Rob di Semarang Harap Pemerintah Tinggikan Tanggul
Sudah lima hari ini, rumah warga Genuksari RT 1 RW 1 Kelurahan Genuk, Kecamatan Semarang Timur terendam rob.
Penulis: galih permadi | Editor: galih pujo asmoro
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sudah lima hari ini, rumah warga Genuksari RT 1 RW 1 Kelurahan Genuk, Kecamatan Semarang Timur terendam rob. Sudah bertahun-tahun mereka tak bisa lepas rendaman air ketika air laut naik. Warsinem mengatakan air masuk ke perkampungan sekitar pukul 14.00. Air baru berangsur surut sekitar pukul 19.00.
"Sudah jadi langganan rob kalau air laut naik. Sudah lima hari ini air masuk ke rumah," ujarnya, Selasa (17/5/2016).
Ia berharap, pemerintah membantu menaikkan tanggul dan jalan perkampungan agar air tidak masuk ke rumah lagi.
"Jalan sudah dinaikkan tapi air tetap masuk rumah," ujarnya.
Pantauan Tribun Jateng, warga dan petugas kecamatan saling gotong royong membangun tanggul karung pasir di sekitar kampung Genuksari. Tanggul karung pasir dibuat tiga lapis. Tak hanya di Genuksari, hal serupa terjadi di wilayah Kemijen.
Anas Samsul mengatakan kebanyakan warga Genuksari merupakan warga ekonomi menengah ke bawah. Mereka hanya bisa gotong royong dalam menaikkan jalan kampung.
"Kami hanya bisa menaikkan jalan. Kalau menaikkan rumah, nanti kami mau makan apa. Kami harap permasalahan rob di sini bisa segera teratasi," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengunjungi warga Genuksari yang terdampak rob. Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, melihat rumah warga yang kemasukan air. Lantaran kondisi lebih rendah dari jalan, Hendi harus menunduk ketika akan memasuki rumah warga.
Hendi mengatakan rob yang terjadi beberapa hari ini karena faktor alam kenaikan permukaan air laut sehingga sungai tidak mampu menampung air lalu meluap ke rumah warga.
"Tiap tahun memang terjadi rob. Tahun kemarin ada tapi tidak separah ini," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hendi-tinjau-rob_20160517_192016.jpg)