Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Belum Ada Anak Meninggal Pascavaksinasi di Jawa Tengah

"Karena kemasannya mirip dengan yang asli. Ini tugas Dinkes juga untuk menelusuri," katanya

Tayang:
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Ketua Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pascaimunisasi Jateng, Dr dr Asri Purwati mengatakan, pengamatan yang pihaknya lakukan pada dampak vaksinasi jika peredaran vaksin palsu sejak 2002, jika berbahaya tentunya sudah banyak kejadian anak meninggal setelah divaksinasi akibat infeksi.

"Kebetulan kalau kita telusuri tidak ada (kejadian anak meninggal pascavaksinasi--Red)," katanya.

Namun adanya temuan vaksin palsu, menurutnya, Dinkes harus melakukan introspeksi dan menelusuri apakah semua vaksin yang selama ini beredar baik-baik saja.

"Karena kemasannya mirip dengan yang asli. Ini tugas Dinkes juga untuk menelusuri," katanya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo menjamin Kota Bengawan bebas dari peredaran vaksin palsu. Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan rantai distribusi vaksin, mulai distributor ke tangan fasilitas kesehatan (faskes) milik pemerintah dan swasta telah dikunci DKK.

"Seluruh penggunaan vaksin didroping langsung DKK, dengan begitu kami menjamin tidak ada vaksin palsu yang masuk ke Kota Solo. Kami sudah meminimalisir vaksin palsu.

Pendistribusian vaksin menggunakan rantai dingin. Artinya, penyimpanan vaksin terjamin dari tempat penyimpanan, suhu, dan listriknya juga tidak boleh mati," ujar Siti.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Maryata, juga yakin bahwa Kota Kretek bersih dari peredaran vaksin palsu.

Menurut dia, vaksin yang ada di fasilitas kesehatan (faskes) pemerintah dan berasal dari DKK Kudus adalah vaksin asli, yang didatangkan langsung dari Kementrian Kesehatan.

"Vaksin yang ada di kita semuanya asli, didropping dari Kementrian (Kesehatan)," ujar

Maryata, di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Kudus, Rabu kemarin. (had/har/yan)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved