Cilacap
BMKG Prediksi Puncak Kemarau di Cilacap Lebih Kering
Musim kemarau 2026 di Kabupaten Cilacap diperkirakan datang lebih kering dari biasanya, dengan awal kemarau mulai terasa sejak Mei.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Musim kemarau 2026 di Kabupaten Cilacap diperkirakan datang lebih kering dari biasanya, dengan awal kemarau mulai terasa sejak Mei dasarian kedua dari wilayah timur.
Forecaster Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Adnan Dendy Mardika menjelaskan, awal musim kemarau akan bergerak bertahap dari timur menuju wilayah lain di Cilacap.
“Secara umum musim kemarau di Cilacap dimulai pada Mei dasarian kedua dari wilayah timur, kemudian meluas ke wilayah lain,” ujar Adnan, Rabu (6/5/2026).
Ia menyebutkan, durasi musim kemarau di Cilacap bervariasi tergantung wilayah, dengan rata-rata mencapai belasan dasarian.
“Secara umum berlangsung sekitar 18 dasarian, namun untuk wilayah selatan termasuk Nusakambangan sekitar 14 dasarian, dan wilayah timur sekitar 16 dasarian,” jelasnya.
Adnan juga menegaskan bahwa sifat kemarau tahun ini tergolong di bawah normal atau lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis.
“Sifat musim kemarau di bawah normal, artinya curah hujan lebih rendah dari rata-rata periode 1991-2020, setidaknya sekitar 15 persen lebih kering,” ungkapnya.
Meski identik dengan suhu panas, kondisi kemarau di Cilacap tidak selalu terasa menyengat karena adanya pengaruh angin dari Australia.
“Kalau suhu memang bisa mencapai 32-33 derajat, tapi kadang terasa sejuk karena angin timuran dari Australia yang sedang musim dingin,” katanya.
Lebih lanjut, Adnan mengingatkan adanya sejumlah dampak yang perlu diantisipasi selama musim kemarau berlangsung.
“Dampaknya antara lain potensi kekeringan yang berpengaruh pada ketersediaan air bersih, sektor pertanian, serta risiko kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Ia menyoroti pentingnya kesiapan masyarakat, khususnya petani, dalam menghadapi musim kering yang lebih panjang dan intens.
“Petani perlu memilih varietas tanaman yang tahan kekeringan atau memiliki masa panen pendek agar tidak terjadi penurunan produksi,” imbuh Adnan.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kondisi yang lebih kering membuat api lebih mudah menyebar, sehingga pembakaran sampah atau lahan harus dihindari,” tegasnya.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Cilacap akan terjadi pada Agustus 2026.
“Puncak kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan sejak sekarang,” pungkas Adnan. (ray)
| PT Benih Citra Asia Resmikan Laboratorium R&D di Cilacap, Perkuat Inovasi Varietas Unggul |
|
|---|
| Harga Beras dan Tarif Angkutan di Cilacap Sudah Melonjak |
|
|---|
| Sosok Marifa Lestiana Divonis 4 Tahun Kasus Penipuan Miliaran Rupiah Tapi Tak Ditahan |
|
|---|
| Waspada Curah Hujan Tinggi di Cilacap Dalam Sepekan Kedepan |
|
|---|
| Warga Adipala Cilacap Temukan Satwa Langka Dalam Kondisi Lemah, Tak Bisa Terbang Jauh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-kekeringan-dan-krisis-air-bersih.jpg)