Lima PNS Jateng Yang Bolos Kerja Bakal Disanksi Berupa Potong Gaji

Lima Pegawa Negeri Sipil (PNS) Pemprov Jateng harus rela dipotong gajinya.

Lima PNS Jateng Yang Bolos Kerja Bakal Disanksi Berupa Potong Gaji
Humas Pemprov
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersalaman dengan Ketua DPRD Jateng, Rukma Setiabudi dalam acara halal bihalal, Senin (11/7/2016) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lima Pegawa Negeri Sipil (PNS) Pemprov Jateng harus rela dipotong gajinya. Hal itu dikarenakan lima PNS tersebut bolos di hari pertama masuk kerja usai libur lebaran.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menegaskan, setiap perilaku indisipliner pasti akan mendapat sanksi sesuai dengan bobot kesalahannya. 

"Kehadiran PNS pada hari pertama ini menjadi komitmen yang harus ditaati, yang ketahuan bolos ya pasti dihukum, sudah ada tabel hukumannya," katanya, usai apel pagi di halaman kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, seperti rilis yang diterima Tribun Jateng, Senin (11/7/2016).

Mengenai sanksi yang akan diterima oleh PNS bandel tersebut, dijelaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sri Puryono. Menurutnya, Pemprov akan memotong tunjangan tamabahn penghasilan pegawai (TPP).

“Tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) akan kami potong,” katanya.

Lima PNS yang tidak masuk kerja tanpa keterangan tersebut, ujar Kepala Badan Kepegawaian Darah (BKD) Jateng, Arief Irwanto, masing-masing berasal Badan Penelitian dan Pengembangan, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat, Bakorwil 3 serta Rumah Sakit Jiwa Daerah RM Soedjarwadi.

"Kelima PNS itu akan dijatuhi sanksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS," jelasnya.

Selain lima PNS yang membolos kerja, tercatat ada puluhan PNS di lingkungan Pemprov Jateng yang izin tidak masuk pada hari pertama kerja pascacuti Lebaran 2016.

"Jumlahnya saya tidak tahu persis, tapi berkisar antara 40-60 PNS yang mengajukan izin tidak masuk kerja secara resmi di semua SKPD, ada yang sakit, cuti melahirkan, dan cuti karena alasan penting lainnya," katanya.

Dalam apel tersebut, Ganjar saat menjadi inspektur upacara menceritakan kasus oknum Satpol PP yang diduga menjadi calo CPNS.

Halaman
12
Penulis: galih pujo asmoro
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved