Breaking News:

Mudik Lebaran 2016

Jelang Musim Masuk Sekolah, Permintaan Avtur Meningkat

Jelang Musim Masuk Sekolah, Permintaan Avtur Meningkat

Penulis: hermawan Endra | Editor: iswidodo
tribunjateng/sulis
PILIH SERAGAM - Pembeli mencoba baju seragam sekolah di Pasar Yaik Semarang, Kamis (14/7/2016). 

Laporan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Transportasi udara yakni pesawat terbang tampaknya semakin menjadi pilihan dalam menghabiskan libur lebaran anak sekolah bersama keluarga. Tingginya minat masyarakat menggunakan moda transportasi udara di akhir pekan ini menjadikan konsumsi bahan bakar pesawat atau Avtur terus merangkak naik dari rata-rata konsumsi harian normal (periode Januari – Mei) pada H+7 lebaran ini.

Area Manager Communicaton and Relations JBT, PT Pertamina MOR IV, Suyanto mengungkapkan, hal tersebut disinyalir karena musim libur lebaran dan kenaikan kelas bagi anak sekolah segera berakhir pada tanggal 17 Juli 2016. Pihaknya sudah menyiapkan strategi dalam menghadapi lonjakan konsumsi Avtur dan LPG di akhir pekan ini. “Mengenai lonjakan konsumsi Avtur yang mendekati musim anak masuk sekolah, kami sudah siap," tuturnya.

Tren tersebut dibuktikan dari data harian terakhir Tim Satgas Lebaran BBM dan LPG MOR IV pada Kamis (14/7), bahwa konsumsi avtur meningkat sebanyak 27,1% dari angka konsumsi harian normal yakni 355.000 liter menjadi 452.525 liter. Peningkatan serupa juga terjadi tahun 2015 lalu, dimana puncak konsumsi avtur terjadi pada 15 Juli.

Berbanding terbalik dari konsumsi Avtur, konsumsi Bahan Bakar Minyak jenis Premium, Solar, dan BBK jenis Pertamax dan Pertalite justru mengalami penurunan dari hari sebelumnya, yakni penyaluran BBM jenis Premium sebanyak 10.024 KL atau setara dengan 111 % dari rata-rata harian normal, yang berarti turun sekitar 8,5 % dari hari sebelumnya.

Untuk Solar 4.684 KL atau setara dengan 98 % dari rata-rata harian normal yang berarti turun sekitar 20,5 % dari hari sebelumnya. Data penyaluran BBK jenis Pertalite ialah sebanyak 1.080 KL setara dengan 189 % dari rata-rata harian normal atau turun sekitar 4,2% dari hari sebelumnya.

Sedangkan Pertamax sebanyak 2.480 KL atau setara dengan 167% % dari rata-rata harian normal, yang berarti turun sekitar 18,7% dari hari sebelumnya.

Tim Satgas Pertamina MOR IV juga melaporkan hasil penjualan elpiji 3 Kg yang mengalami kenaikan sebanyak 7% dari rata-rata harian normal yakni dari 2.961 metrik ton (MT) per hari menjadi 3.159 MT per hari. Kenaikan juga terjadi pada LPG produk Bright Gas yang mengalami kenaikan konsumsi yang signifikan sebesar 48% dari rata-rata harian normal yakni 21 MT per hari menjadi 31 MT per hari.

Kendati saat ini BBK mengalami penurunan konsumsi dibandingkan Avtur, namun minat masyarakat akan BBK Pertalite dan Pertamax pada periode lebaran tahun ini sangat tinggi bahkan selalu melebihi 200% penyaluran rata-rata harian normal.

“Harapannya, BBK Pertalite dan Pertamax semakin diminati masyarakat tidak hanya saat musim lebaran ini saja, namun kedepannya masyarakat bisa semakin sadar untuk mengonsumsi BBM non subsidi agar performa mesin kendaraan menjadi lebih optimal dan subsidi BBM bisa diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu”, tutup Suyanto. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved