Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ini Profil Batalyon Raider 515 Kostrad Yang Tewaskan Santoso

Nama Batalyon Raider 515 Kostrad menjadi perbincangan.

Tayang:
www.zonasatu.co.id
Alfa 29 Batalyon Infanteri 515 Komando Strategi TNI Angkatan Darat (Kostrad) 

TRIBUNJATENG.COM - Nama Batalyon Raider 515 Kostrad menjadi perbincangan. Sembilan orang anggotanya yang tergabung dalam Tim Alfa 29 berhasil menewaskan gembong teroris paling dicari, Santoso dalam baku tembak, Senin (18/7/2016) lalu. Sembilan prajurit tersebut adalah Serda Firman Wahyudi, Praka Yamin, Praka Semri Lodowik Sila, Pratu I Ketut Triyasa, Pratu Ali Imran, Pratu Doni Irawan, Pratu Sharir, dan Pratu Sapanorola Tanikwele.

Ternyata, pasukan yang berkedudukan di Kecamatan Tanggul, Jember, Jawa Timur ini telah melalui perjalanan panjang dalam sejarang Indonesia. Sebelum bernama Batalyon Raider 515 Kostrad, pasukan ini bernama Batalyon Infanteri 515/Ugra Tapa Yudha. Batalyon tersebut berada dibawah komando Brigif 9/Daraka Yudha, Divisi Infanteri 2/Kostrad.

Sebelumnya, batalyon ini merupakan satuan organik Kodam VIII/Brawijaya, sebelum akhirnya berdasarkan surat perintah Pangdam VIII/Brawijaya Nomor : Sprin/416/III/1978 Batalyon Infanteri 515 diubah statusnya menjadi satuan Kostrad.

Markas Batalyon ini juga sempat berpindah-pindah. Pada awal terbentuk tahun 1949 hingga 1952 berkedudukan di Lawang, Malang, tahun 1952 hingga 1953 di Rambipuji, Jember, tahun 1953 hingga 1959 di Lumajang, tahun 1959 hingga 1974 di Tanggul, Jember, tahun 1974 hingga 1978 di Lumajang, dan mulai tahun 1978 kembali di Tanggul, Jember, Jawa Timur hingga saat ini.

Sebelum terlibat dalam Operasi Tinombala, batalyon yang merayakan hari jadinya tiap 12 Desember tersebut kerap turut serta dalam berbagai operasi mempertahankan keutuhan NKRI. Misalnya penumpasan RMS di Malluku, DI/TII, Permesta dan lain sebagainya. Termasuk juga operasi Mandala dan penugasan di daerah rawan.

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengapresiasi tim gabungan TNI Polri dalam Operasi Tinombala tersebut.

"Saya ucapkan apresiasi dan bangga kepada Satgas Tinombala yang terdiri dari TNI dan Polri atas kinerjanya dalam membekuk kelompok Santoso," kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di sela-sela Penganugerahan Tanda Kehormatan kepada Pangab Singapura Letjen Perry Lim, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (19/7/2016) petang.

Kinerja Kepala Penanggung Jawa Operasi Tinombala Brigjen Pol Rudi Sufahriadi yang sehari-hari sebagai Kapolda Sulteng dan Wakil Penanggung Jawab Operasi Tinombala Brigjen TNI Ilyas Alamsyah yang sehari-hari sebagai Wakil Asisten Pengamanan (Waaspam) Kasad sangat memuaskan karena berhasil membekuk jaringan kelompok radikal hingga menewaskan pimpinan kelompok radikal di Poso, Santoso saat baku tembak di Tambaran, Poso.

"Kami berterima kasih kepada Polisi, TNI AD, Marinir TNI AL dan TNI Angkatan Udara atas kinerjanya. TNI AU juga dilibatkan dalam operasi ini, dengan mengerahkan drone yang selalu melihat pergerakan jaringan Santoso," kata Jenderal bintang empat ini.

Ia menegaskan, keberhasilan operasi bukan hanya untuk tim Batalyon Raider 515 Kostrad, melainkan semua satgas Tinombala. Ia kembali menegaskan, keberhasilan operasi bukan hanya untuk tim Batalyon Raider 515 Kostrad, melainkan semua satgas Tinombala.

"Tetapi, pas yang dapat rezeki Raider 515 Kostrad. Ini keterpaduan Tim Satgas Tinombala. Saya bangga dengan tim yang pantang menyerah meski dalam situasi sangat sulit," kata Panglima TNI. (berbagai sumber)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved