Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Perekonomian Indonesia 3 Bulan Terakhir Sudah Menggeliat

Perekonomian Indonesia 3 Bulan Terakhir Sudah Menggeliat

Editor: iswidodo
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan) didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XI, di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (29/3/2016). 

TRIBUNJATENG.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, perekonomian Indonesia dalam tiga bulan terakhir ini sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Jika perekonomian terus membaik pada dua kuartal terakhir tahun ini, pertumbuhan ekonomi diyakini bisa sesuai dengan target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016 sebesar 5,2 persen.

"Dari beberapa indikator, beberapa sumber, situasi perekonomian kita sebetulnya akhir-akhir ini mulai menggeliat kembali, setelah beberapa kuartal sedikit melambat, walaupun datanya belum di semua bidang menunjukkan perbaikan itu," katanya, di kantornya, usai funwalk HUT-50 Kemenko Perekonomian, Minggu (24/7).

Darmin menuturkan, jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu (yoy) pertumbuhan kredit, penjualan kendaraan bermotor, serta ekspor masih lebih rendah. "Tapi kalau Anda lihat tiga bulan terakhir, month to month, mulai naik," ucapnya.

Misalnya untuk pertumbuhan kredit, Darmin menyatakan, pertumbuhan kredit pada April sekira 8 persen, dan meningkat pada Mei menjadi 8,45 persen. Pertumbuhan kredit kembali meningkat pada Juni menjadi 8,9 persen. Begitu juga indikator lain.

"Artinya, walaupun ekonomi dunia masih melambat terus, ekonomi kita beberapa bulan terakhir itu mulai menggeliat. Artinya mulai membaik, tadinya melambat, berhenti melambatnya, kemudian meningkat," imbuhnya.

Darmin mengungkapkan, apabila perbaikan itu bisa berlanjut pada kuartal-kuartal berikutnya, pertumbuhan ekonomi 2016 bisa mencapai target sebesar 5,2 persen, bahkan 5,3 persen.
Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro sempat menaksir, pertumbuhan ekonomi tahun ini akan mencapai target pemerintah 5,2 persen.

Terbantu tax amnesty

Pada semester I, pertumbuhan ekonomi didorong perbaikan dalam realiasasi belanja pemerintah, khususnya dana desa. Sedangkan pada semester II, pertumbuhan ekonomi akan banyak terbantu program amnesti pajak.

Darmin menilai, program tax amnesty bisa mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi 5,3 persen sampai akhir tahun. "Dengan adanya itu saya kok melihat pertumbuhan kita bisa mencapai target APBN-P, 5,2 persen sampai 5,3 persen," tandasnya.

Menkeu menyatakan, tax amnesty berpeluang memenuhi kebutuhan memperkuat sektor riil dan perbaikan infrastruktur, melalui penarikan dana para pelaku usaha yang selama ini disimpan di luar negri untuk menghindari pajak.

"Kembalinya dana itu akan menambah likuiditas dan arus modal masuk ke Indonesia, sehingga akan memberi manfaat. Kami yakin tax amnesty akan membantu pengurangan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja," paparnya. (Kompas.com/Tribunnews/vto)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved