Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BREAKING NEWS Kejepit Pintu Bus Trans Semarang, Budiyono Malah Dapat Pukulan di Dahi

"Saya teriak teriak sampai gedor gedor kaca. Badan saya terjepit pintu, kepala saya sudah di bagian luar tapi badan masih ada di dalam," kata Budiyono

Penulis: muh radlis | Editor: rustam aji

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penumpang bus Trans Semarang menjadi korban tindakan kekerasan oleh awak bus Trans Semarang koridor II jurusan Ungaran-Pemuda-Terboyo, Sabtu (30/7/2016).

Korban bernama Budiyono (53), warga Beji, Ungaran, Kabupaten Semarang, itu diinjak dan dipukul oleh awak bus Trans Semarang bernomor lambung P24.

Kejadian bermula saat dia, istrinya bernama Hartini dan seorang keponakan bernama Sri Welas naik bus Trans Semarang hendak ke Kaligawe untuk berziarah di makam Kyai Qubro.

Namun sesampai di halte Ngesrep, awak bus meminta seluruh penumpang agar turun dari bus karena bus mengalami kerusakan.

Seluruh penumpang termasuk korban pun berpindah bus. Bus selanjutnya pun tiba dalam kondisi yang sudah penuh penumpang.

BACA: Minta Karyawan BLU yang Memukul Dipecat

Budiyono, Hartini dan Sri bersama penumpang lain naik ke bus tersebut. Belum juga jalan, seluruh penumpang yang tadinya naik bersama Budiyono kembali disuruh untuk turun karena bus sudah penuh penumpang.

Sri turun pertama kali, lalu disusul oleh Budiyono. Saat Budiyono hendak turun, pintu bus tiba tiba tertutup dan menjepit tubuhnya.

"Saya teriak teriak sampai gedor gedor kaca. Badan saya terjepit pintu, kepala saya sudah di bagian luar tapi badan masih ada di dalam," kata Budiyono saat melapor ke Polrestabes Semarang, Sabtu (30/7/2016).

Sempat terjepit, Budiyono akhirnya lepas setelah pintu otomatis itu terbuka. Sontak dia mengeluhkan tindakan awak bus yang menutup pintu saat masih ada penumpang yang akan turun.

Bukannya minta maaf, awak bus yang belum diketahui identitasnya itu justru emosi. Bahkan, seorang awak bus lain langsung melayangkan pukulan ke arah dahi korban hingga berdarah.

BACA: Kepala BLU Kota Semara: Dia bukan Dipukul, Tapi Berkelahi

"Tangan saya dipegangi, lalu ada yang mukul dahi saya," katanya.

Setelah mengobati lukanya di RSUP dr Kariadi, ditemani istri dan keponakannya, Budiyono akhirnya mendatangi Polrestabes Semarang untuk melaporkan tindakan penganiayaan tersebut.

Sementara itu Kepala BLU Trans Semarang, Joko Umboro Jati, belum memberikan keterangan terkait insiden tersebut.

Pesan singkat melalui blackberry massanger yang dikirim Tribun Jateng hanya tertulis keterangan terbaca tanpa ada balasan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved