Tribun Community

Lebih Dekat Komunitas Semarang Dog Lovers

BERTUKAR pengalaman cara merawat dan mendisiplinkan anjing menjadi pembahasan mereka saat bertemu. Apa saja yang didapat anggota Komunitas Semarang

Lebih Dekat Komunitas Semarang Dog Lovers
Tribun Jateng/Galih Priatmojo
Foto komunitas Semarang Dog Lovers saat menggelar kopidarat di taman Tugu Muda, Rabu (27/7) sore. 

BERTUKAR pengalaman cara merawat dan mendisiplinkan anjing menjadi pembahasan mereka saat bertemu. Apa saja yang didapat anggota Komunitas Semarang Dog Lovers?

Sore itu, beberapa ekor anjing yang ditemani si empunya terlihat bercengkerama di Taman Tugu Muda, Kota Semarang. Ada yang berguling, ada pula yang saling bekejaran.

Hari itu, anggota Komunitas Semarang Dog Lovers menggelar kopi darat sambil refreshing bersama peliharaan. Ada sekitar 15 orang, satu di antaranya, Sinta. "Di komunitas ini, aku bisa mengajak Arron (nama anjing Sinta) bersosialisasi karena di sekitar rumah nggak ada anjing.

Juga, bisa ikut pelatihan dasar, semisal kepatuhan, supaya Arron lebih nurut. Kalau tidak dilatih, Arron cenderung galak," ungkap warga Semarang Barat ini. Sinta bergabung ke Semarang Dog Lovers karena rekomendasi seorang teman yang lebih dulu menjadi anggota.

Selain kepatuhan, pemilik juga bisa belajar membuat peliharaan lebih disiplin. Terutama, terkait buang hajat. Menurut Sinta, Arron yang merupakan jenis Shis Tzu itu kini tak lagi buang air besar atau pup sembarangan. "Butuh tiga bulan untuk melatih agar dia tahu tempat pup. Awal melatih, lumayan susah," cerita dia.

Sementara, bagi Noni, bergabung di Semarang Dog Lovers membuat dia bisa menimba banyak ilmu. Pasalnya, antar anggota sering sharing dan tukar pengalaman terkait memelihara anjing.

"Merawat anjing itu susah-susah gampang, kalau nggak punya ilmunya ya susah. Kadang, hal sederhana saja kalau metodenya nggak tepat, bisa bikin anjing sakit. Contoh, kalau tak bersih memandikan dan tak benar-benar kering, anjing bisa sakit. Salah kasih makan juga bikin kulit anjing jamuran. Padahal, biaya pengobatannya nggak murah. Nah, ilmu-ilmu seperti ini dapatnya dari tukar pengalaman," jelasnya.

Wisnu, pengurus Semarang Dog Lovers, mengatakan, komunitas tersebut memang dibentuk untuk menjadi wadah pecinta anjing. Tak hanya jenis anjing impor dan blesteran, pemilik anjing kampung pun dipersilakan bergabung. "Selama bisa sharing pengalaman dan sesama pemilik anjing bisa guyub, kami mempersilakan pecinta anjing jenis apapun untuk bergabung," ungkapnya.

Tak hanya kopi darat, komunitas juga aktif mengadakan kegiatan. Yang belum lama ini, mereka menggelar Camping with Dog di Hutan Wisata Tinjomoyo. Kegiatan yang digelar untuk memeringati Hari Bhayangkara tersebut diikuti 40 peserta dari berbagai latarbelakang.

Dalam kegiatan yang digelar selama dua hari tersebut, para peserta bisa merasakan bermacam-macam pengalaman bersama anjing peliharaan, mulai uji ketangkasan hingga kepatuhan. Ia mengaku, meski baru pertama digelar, kegiatan ini mendapatkan antusias yang cukup besar, bahkan di luar ekspektasi.

"Wah, menarik dan cukup sukses. Jumlah peserta banyak, di luar perkiraan. Kemungkinan besar, kegiatan ini akan jadi even rutin dari Semarang Dog Lovers. Tujuannya, sebagai wadah penggemar anjing dan sarana edukasi meningkatkan pengetahuan tentang pemeliharaan anjing," ujar Wisnu. (*)

Penulis: galih priatmojo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved