Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Muhammadiyah Kota Semarang

Kurban Muhammadiyah Jateng Diubah Jadi Logistik Darurat Bencana dan Daerah 3T

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah sukses mengelola perputaran dana kurban hingga menembus angka Rp 9 miliar.

Tayang:
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Istimewa
Petugas mendata kelayakan sapi kurban beserta daftar nama Shohibul Qurban dalam program Rendangmu Lazismu Jawa Tengah. Rangkaian foto ilustrasi ini merepresentasikan skala masif pengelolaan dana Kurban Muhammadiyah Jateng 2026 yang menembus angka Rp 9 miliar untuk program Rendangmu. Panitia akan mengeksekusi seluruh hewan kurban tersebut di pabrik pengalengan Denpasar, Bali, untuk menciptakan sabuk pengaman logistik anti-basi bagi daerah bencana dan 3T di Nusantara. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah sukses mengelola perputaran dana kurban hingga menembus angka Rp 9 miliar.

Tak hanya membagikan daging segar secara konvensional, panitia juga mengubah ratusan sapi kurban tersebut menjadi logistik darurat.

Secara khusus, strategi taktis ini menyasar kawasan terdepan, terbelakang, dan tertinggal (3T) di penjuru Nusantara.

Ketua PWM Jawa Tengah Dr. KH. Tafsir, M.Ag. membedah strategi filantropi ini secara gamblang.

Ia menyampaikannya kepada media usai menjadi khatib salat Iduladha di halaman Masjid Ukhuwah Islamiyah, Banyumanik, Semarang, Rabu (27/5/2026).

Lebih lanjut, KH Tafsir menegaskan pengolahan daging sapi menjadi kaleng Rendangmu merupakan wujud tajdid atau pembaruan.

"Ini tentu bagian dari tajdid Muhammadiyah. Tahun ini Alhamdulillah targetnya 9 miliar lebih dan sudah tercapai," ungkap dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo itu.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pimpinan wilayah mengeksekusi pengolahan daging ini bersama pihak ketiga di Denpasar, Bali.

Panitia mengambil keputusan lintas pulau ini secara matang. Pasalnya, fasilitas sterilisasi tingkat industri baru tersedia secara optimal di Pulau Dewata. Sebagai catatan, tahun lalu Jateng juga sukses mengolah 380 ekor sapi dari dana Rp 8 miliar.

Sabuk Pengaman Logistik Kawasan 3T

Inovasi kaleng Rendangmu dari Lazismu Muhammadiyah Jateng ini menghasilkan metrik daya tahan produk yang sangat impresif.

Bahkan, logistik pangan darurat ini mampu bertahan hingga dua tahun penuh.

Oleh karena itu, Muhammadiyah Jateng menargetkan pasokan protein ini mengalir deras menuju wilayah rawan krisis.

"Daging kurban yang kita kalengkan inilah yang tidak sekadar untuk penanganan bencana alam di dalam negeri, tapi juga di luar negeri.

Dan yang lebih penting salah satunya untuk di dalam negeri adalah untuk dikirimkan ke daerah 3T: terdepan, terbelakang, dan tertinggal," urai KH Tafsir.

Terobosan strategis ini mengubah perputaran uang miliaran rupiah menjadi sabuk pengaman logistik.

Dengan demikian, program kaleng Rendangmu membuktikan komitmen nyata kurban Muhammadiyah Jateng yang lebih berdampak.

Apalagi, mereka konsisten merawat ketahanan gizi jangka panjang bagi kawasan pelosok di Indonesia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved