Densus Tangkap 6 Anggota Kelompok Bahrun Naim-ISIS Yang Akan Tembakkan Roket ke Singapura
Densus akan mendalami informasi soal rencana Gigih dan Bahrun Naim melancarkan serangan teror ke Singapura
BATAM, TRIBUNJATENG.COM - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror melakukan operasi penangkapan di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (5/8) pagi. Sebanyak enam orang ditangkap, seorang di antaranya bernama Gigih Rahmat Dewa (31), yang diduga sebagai pimpinan kelompok tersebut.
Menurut informasi, Gigih Rahmat bersama Bahrun Naim (aktor intelektual kasus teror di Jl MH Thamrin, Jakarta) pernah merencanakan untuk meluncurkan roket dari Batam ke Marina Bay, Singapura. Saat ini Bahrun Naim diduga berada di Suriah, bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri, Brigjen Pol Agus Rianto mengatakan Densus 88 Mabes Polri akan mendalami rencana penyerangan ke Singapura. "Densus akan mendalami informasi soal rencana Gigih dan Bahrun Naim melancarkan serangan teror ke Singapura. Mereka akan menyerang menggunakan roket dari Batam ke Singapura," ungkap Agus.
Ditanya soal kapan rencana penyerangan menggunakan roket akan dilakukan, Agus menjawab kemungkinan sebelum Bahrun Maim berangkat ke Suriah. Agus menambahkan Gigih dan Bahrun Naim juga berencana melakukan bom bunuh diri di tempat keramaian, obyek vital, dan kantor-kantor kepolisian.
Mengenai rangkaian penangkapan di Batam, Kapolda Kepulauan Riau Brigjen Pol Sam Budigusdian menyebut sebagai hasil pengintaian selama lebih dari satu tahun. "Iya, enam orang diamankan oleh tim Densus 88," kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, seusai salat Jumat di Masjid Polda Kepri, Jumat siang.
Selain Gigih, orang-orang yang ditangkap yaitu TS (46), ES (35), Tmz (21), HGY (20), dan MTS (19). "Rata-rata mereka pekerja pabrik di Kota Batam. Hanya satu yang pegawai bank. Ini pengembangan dari teror-teror yang terjadi sebelumnya, bukan di Batam," kata Sam.
Penggerebekan terhadap Gigih di kawasan perumahan Mediterania Batam Centre, Kota Batam, Jumat pagi, sempat mengundang perhatian masyarakat sekitar. Penggerebekan melibatkan sejumlah polisi bersenjata lengkap termasuk mobil gegana.
Warga yang berada di sekitar perumahan diminta tidak mendekat dalam radius sekitar 50 meter. Seorang warga sekitar mengatakan sekira pukul 07.30 WIB mendadak datang sekelompok polisi dan personel Densus 88 ke kawasan tersebut.
Sosok tertutup
Polisi menututup semua akses jalan masuk ke tempat tersebut. Kebetulan rumah terduga teroris terletak di ujung pertigaan. "Sekitar dua jam penggeledahan itu dilakukan, kami tidak boleh mendekat. Kami juga nggak tahu apa-apa karena memang mendadak," ujar warga tersebut.
Menurutnya, Gigih dikenal sebagai sosok yang sangat pendiam. Dia tinggal di perumahan tersebut semenjak masih bujang. "Waktu bujang dulu, dia aktif di kompleks ini. Semenjak menikah, dia orangnya tertutup," sebutnya.
Menurut warga, ada beberapa barang bukti yang diamankan tim Densus 88. Barang bukti tersebut dimasukan ke dalam sebuah boks.
"Dia (Gigih) orangnya tertutup. Memang tinggal di sini sudah empat sampai lima tahun," sebut sekuriti perumahan tersebut. Dikatakan, Gigih, istri, dan anaknya langsung dibawa ke Polresta Barelang, Batam.
Gigih berasal dari Solo, Jawa Tengah, memiliki anak yang baru berusia sekitar dua tahun. Rumah yang ia tempati saat ini merupakan milik kakaknya. Gigih bekerja di sebuah perusahaan di kompleks industri Mukakuning, Batam.
Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan para terduga teroris ini ditangkap di beberapa lokasi berbeda seperti di Batam Center, Nagoya, Perumahan Cluster Sakura, dan Jalan Brigjen Katamso Batu Aji.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pesawat-rusia_20150430_011246.jpg)