Polisi Jemput Istri dan Anak Trio, Warga Bilang Mereka Jarang Bersosialisasi

Polisi Jemput Istri dan Anak Trio, Warga Bilang Mereka Jarang Bersosialisasi

Polisi Jemput Istri dan Anak Trio, Warga Bilang Mereka Jarang Bersosialisasi
tribunjateng/cetak
Densus 88 menggerebek terduga teroris di Batam 

TRIBUNJATENG.COM, BATAM - Kediaman Trio Syarfido masih terlihat lengang setelah digerebek tim Densus 88 Antiteror. Pintu rumah yang terletak di Tiban Maseba, Blok A No 5, itu masih terlihat tertutup dan sepi.

Setelah kejadian itu, para tetangga masih penasaran, karena semalam polisi kembali ke lokasi dan membawa anak serta sang istri Trio. Mereka belum mengetahui apa keterlibatan istri dan anak Trio dalam kasus tersebut.

"Memang semalam itu polisi kembali datang. Mereka membawa anak dan istri Pak Tio," sebut seorang warga di kompleks tersebut. Warga disana mengaku tidak mau ikut campur terkait kasus yang dialami Trio.

"Paling kami memantau pemberitaan saja. Kami kaget juga dia dikatakan sebagai teroris. Karena selama ini keluarganya itu nggak macam-macam," sebutnya lagi.

Bukan hanya kediaman Trio saja, rumah dua terduga teroris lainya yakni Eka Saputra dan Tarmizi di Botania, Clauster Sakura, Blok E14 No 2A, juga terlihat sepi. Bedanya, rumah kontrakan Eka dan Tarmizi diberi garis polisi oleh petugas setelah dilakukan pemeriksaan.

Akibat didobrak paksa oleh anggota Densus 88, pintu tersebut masih bolong. Belum ada warga yang berani mendekat karena masih waswas. Bude Ina, tetangga korban, mengatakan setelah ada penggerebekan bisa dikatakan warga kompleks itu seolah tidak percaya. Eka dan Tarmizi baru tinggal di kawasan itu selama tiga bulan.

Tinggal satu komplek dengan seorang terduga teroris dikatakan Ina tentunya tidaklah mengenakkan. "Kalau tahu dari awal, mana berani kita tinggal di sini," terangnya.

Tarmizi diamankan di depan pabrik Panasonic, Jalan Laksamana Bintan, Batam Centre, sekira pukul 07.25. Sedang Eka Saputra diamankan di depan perumahan mereka saat hendak berangkat kerja sekira pukul 06:45.

Silvi, tetangga yang tinggal tepat di samping rumah Tarmizi dan Eka, mengatakan selama ini mereka tidak pernah bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. "Ada sesekali perempuan yang datang ke sini. Perempuan itu sering pakai jilbab besar," kata Silvi. (tribunbatam/koe)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved