Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

TRAGIS, Ayah Menimang Balitanya Lalu Melempar ke Atas, Kepala Tersangkut Kipas

TRAGIS, Ayah Menimang Balitanya Lalu Melempar ke Atas, Kepala Tersangkut Kipas

Tayang:
Penulis: Widha Kumalasari | Editor: iswidodo
mirror
TRAGIS, Ayah Menimang Balitanya Lalu Melempar ke Atas, Kepala Tersangkut Kipas 

TRIBUNJATENG.COM - Bermain dengan anak yang masih kecil memang hal yang menyenangkan bagi para orang tua. Terlebih biasanya orang tua menimang dengan melemparkan ke atas kemudian ditangkap lagi pakai tangannya. Anak pun tertawa riang.

Namun, berbeda yang dialami oleh sang ayah bernama Em Phoeykiln (25) dari Rayong, Thailand. Sepulang kerja Em bermain seperti biasanya dengan anaknya, Oum. Em melemparkan Oum ke udara, tapi nahas Oum terkena baling-baling kipas angin yang berada di atap.

Baca: Bahasa Tubuh Julia Perez Tak Bisa Berbohong, Ia Tertangkap Kamera Berkali-kali Hindari Ayu Ting Ting

Anak tiga tahun itu pun mengalami cedera parah saat kepalanya masuk ke dalam kipas yang sedang berputar. Hantaman kipas berbahan logam yang lagi berputar membuat tengkorak balita itu mengalami luka menganga.

Oum segera dilarikan ke rumah sakit. Dokter ahli bedah melakukan operasi darurat untuk menghentikan darah yang mengalir dari kepalanya yang robek sebesar empat inci.

"Saya hanya bermain dengan dia di rumah seperti yang kita lakukan sepanjang waktu. Entah bagaimana ketika saya melemparkan Oum di udara, kepalanya memukul kipas angin. Saya tidak melepaskan, dia masih di tangan saya," kata Em kepada Mirror, Kamis (11/8/2016).

Em mengatakan bahwa Oum kesakitan dan membuat hatinya hancur. Apalagi kini Em harus mengeluarkan uang 70.000 baht atau Rp 28 juta untuk membiayai operasi anaknya.

"Kami tidak memiliki uang sebanyak itu, tapi dokter mengatakan untuk jangan terlambat untuk memutuskan. Mereka tidak akan mengurangi harga operasi dan kami akan menjual barang-barang di rumah untuk membayar operasi," kata Em.

Oum menjalani operasi darurat yang dilakukan oleh ahli bedah. Oum kini telah kembali ke rumah dan berjalan tapi bekas luka di dahinya akan tetap ada selama hidupnya.

"Oum lebih baik sekarang dan kami berterima kasih pada dokter dan perawat yang membantunya. Dia telah kuat dan sekarang dia bisa tersenyum lagi. Tapi kami tidak akan bermain itu lagi," kata Em. (tribunjateng/widha/mirror)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved