Resensi Buku

Dua Persimpangan yang Ditemui Perempuan Saat Usia 30 Tahun

Mengapa harus umur 30? Buku ini mengambil garis pagar pada huruf 30 lantaran pada ujung umur itulah wanita bertemu dua persimpangan jalan.

Dua Persimpangan yang Ditemui Perempuan Saat Usia 30 Tahun
net
Hal-Hal yang Harus Dilakukan Wanita Sebelum Umur 30 Tahun 

Resensi oleh Nur Hadi Penulis cerpen dan puisi, tinggal di langitsemestacerita.blogspot.com

TRIBUNJATENG.COM - Mengapa harus umur 30? Buku ini mengambil garis pagar pada huruf 30 lantaran pada ujung umur itulah seorang wanita akan dipertemukan pada dua persimpangan jalan; batas antara masa remaja dan masa kedewasaan, antara masa kebebasan dengan masa penuh tanggungjawab, antara masa bermain dan bekerja.

Menyelesaikan pendidikan menjadi prioritas yang disarankan. Konsep kesetaraan gender yang mulai diterima masyarakat sudah selayaknya disambut lewat tindakan positif. Apalagi, jika mengingat hak dan kewajiban perempuan beroleh pendidikan yang sama dengan lelaki telah diatur dalam UUD 1945 Pasal 28E ayat 1 tentang Hak Asasi Manusia serta Pasal 31 ayat 1 tentang Pendidikan dan Kebudayaan, serta UU RI No 7 tahun 1984, Bagian III Pasal 10. Pendidikan yang memadai setidaknya akan membantu kaum wanita untuk meningkatkan kualitas diri.

==============================
Judul Buku: Hal-Hal yang Harus Dilakukan Wanita Sebelum Umur 30 Tahun
Penulis: Bella Nuriyanti
Penerbit: Penerbit Saufa
Cetakan: Pertama, Februari 2016
Tebal: 188 halaman
ISBN: 978-602-391-055-7
==============================

Kemandirian juga merupakan sesuatu yang seharusnya diperhatikan kaum perempuan sebelum memasuki usia 30. Ketakutan akan hal-hal yang tak beralasan mesti disingkirkan; takut dicap tak laku, takut kehilangan partner, takut gosip, serta takut dikatakan terlalu pemilih.

Dari sinilah kemudian kaum perempuan seharusnya sudah bisa menerima keadaan diri, tidak senantiasa membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Seperti yang pernah dikatakan Hegel, manusia adalah ein krankes tier (binatang yang sakit), tidak pernah puas dengan kodratnya padahal sudah kodrat manusia diciptakan berbeda-beda antara satu dengan yang lain (hal 50).

Meningkatkan kualitas personal kemudian menjadi sesuatu yang tak bisa ditawar. Hal itu antara lain bisa diusahakan dengan menguasai bahasa asing, membuka usaha sendiri, atau aktif dalam berbagai organisasi (hal 184).

Prestasi yang bagus tanpa didukung kepribadian yang memadai bisa saja memunculkan karakter yang timpang. Hal itu bisa dibangun melalui; penerimaan apa adanya akan kondisi fisik, belajar dari berbagai kegagalan, mampu menjaga diri, mengubah penampilan namun tak menilai diri dari penampilan, mampu memaafkan diri sendiri dan orang lain, bersemangat menjadi orang yang lebih baik, membuang perasaan iri dengki, serta mengembangkan pikiran positif. (tribunjateng/cetak)

.

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved