Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Septian David, Remaja Semarang Jadi Pemain Termuda di Timnas Senior

Septian David, Remaja Semarang Jadi Pemain Termuda di Timnas Senior 2016.

Penulis: m alfi mahsun | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/CETAK
Septian David Maulana pemain TIMNAS SENIOR 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muhamad Alfi M

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Septian David Maulana saat kecil sudah diarahkan sang ayah, Warno, untuk menyukai olah raga. Mulai dari bermain volly dan berpindah ke sepak bola. Lalu alami pasang surut di seleksi tim kelompok umur, kemudian bisa menjadi bagian Tim Nasional Indonesia U-19 era indra Sjafri. Hingga akhirnya masuk dipanggil untuk membela Timnas senior, semua dirasakan sang ayah saat mendampingi putra sulungnya itu.

David, 2 September mendatang genap akan berusia 20 tahun. Warno sang ayah, sehari-hari bekerja swasta di Sekaran Gunungpati Kota Semarang. Dia sangat bersyukur putranya bisa meraih mimpi masa kecil bermain di timnas senior. Septian David menjadi pemain Timnas Indonesia Senior paling muda, karena usia baru 20 tahun.

"David, anak yang tidak kenal menyerah. Sejak kecil di sepak bola dia kerap terpinggirkan dalam beberapa seleksi tim kelompok umur. Namun kesungguhannya berbuah hingga saat ini bisa berkarir di tim profesional dan berkesempatan lakoni debut untuk timnas. Saya istri dan adiknya, Faisal Iqbal Assegaf bangga dengan pencapaian David hingga saat ini," ujar Warno kepada Tribun Jateng, Selasa (30/8/2016) sore.

Warno bercerita David merupakan putra pertama yang lahir setelah tujuh tahun pernikahannya dengan Mundarsih. Dia yang saat kecil menyukai sepak bola sebagai hobi, ingin David saat besar juga berkecimpung di dunia olahraga.

"Saya penggemar olah raga terutama volly dan sepak bola. Jadi saat David lahir langsung saya arahkan ke dunia itu. Pertama saat David berusia sekitar 9 bulan saya ikutkan di kompetisi volley anak-anak bayi, itu hal pertama yang dilakukan David sejak kecil. Lalu berlanjut pada saat masuk sekolah dia bermain sepak bola," cerita bapak dua anak ini.

Semasa masuk SD, David juga menyukai sepak bola. Pada saat kelas 4 Sekolah Dasar, David dimasukkan Warno ke SSB Bhaladika lalu berlanjut ke SSB Tugumuda.

"Di momen itu David kerap ditolak untuk masuk tim yang berlaga di kejuaraan nasional. Semisal di Medco saya ingat, David saya antar ke Citarum untuk ikut seleksi tapi gagal. Meski saya kecewa karena anak ini punya potensi bagus tapi David tidak patah semangat dan terus berlatih. Lalu puncaknya dia ikut di tim pada turnamen kelompok umur Piala Garuda di Jakarta saat dikasih tahu kenalan saya ada seleksi saat itu," lanjut Warno.

Selepas itu karir David menanjak. Dia masuk dalam tim muda Indonesia SAD ke Uruguay. Hingga akhirnya lolos di timnas U-19 era Indra Sjafri dan juga masuk di Diklat Salatiga asuhan Ashadi.

"David juga kerap dapat ujian di timnas. Sepulang dari uji coba di Arab Saudi dia mengeluh sakit di perut sehingga absen berlaga cukup lama di timnas U-19. Namun alhamdulillah dia bisa terus berjuang hingga saat ini," kata Warno.

David kini selain masuk di timnas juga masih jadi andalan untuk tim PON Jateng. Warno pun mendukung anaknya untuk membela panji provinsi ini di PON XIX Jabar.

"Saya juga mendukung dia berprestasi untuk provinsi ini. Semoga dua agenda ini (Timnas dan PON Jateng) bisa beriringan," imbuhnya.

Sebentar lagi David berpeluang melakoni debut di timnas. Sekeluarga, Warno, ingin melihat sang putra sulung bermain dalam uji coba Indonesia lawan Malaysia di Stadion Manahan 6 September. Warno berharap Septian mendapatkan kesempatan bermain.

"Saya yakin David mampu mencuri perhatian pelatih timnas. Saya harap dia mendapat kesempatan main walau beberapa menit. Itu adalah cita-citanya sejak kecil," tandas Warno. (tribunjateng/m alfi mahsun)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved