Inilah Desa Paling Terpencil di Dunia Yang Berada di Tebing dengan Ketinggian 1.700 Meter

Agar tetap terhubung dengan dunia luar, mereka membuat jalan vertikal yang terdiri dari 720 tangga di tebing.

Inilah Desa Paling Terpencil di Dunia Yang Berada di Tebing dengan Ketinggian 1.700 Meter
dailymail.co.id
Warga di Guoliang Village, Henan, China ini tinggal di ketinggian 1.700 meter selama lebih dari 600 tahun. 

TRIBUNJATENG.COM - Pernahkah Anda membayangkan hidup di atas tebing vertikal? Warga di Guoliang Village, Henan, China ini tinggal di ketinggian 1.700 meter selama lebih dari 600 tahun.

Penduduk setempat sangat tangguh, mereka mengukir terowongan di gunung dengan tangan kosong agar mereka memiliki akses ke dunia luar. Desa yang terletak di Pegunungan Taihang merupakan rumah bagi sekelompok petani selama lebih dari enam abad.

Agar tetap terhubung dengan dunia luar, mereka membuat jalan vertikal yang terdiri dari 720 tangga di tebing. Pada tahun 1960-an, sebanyak 13 warga desa memutuskan untuk menggali terowongan melalui tebing berbatu di bawah desa.

desa di <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/tebing' title='tebing'>tebing</a>

Dipimpin oleh kepala desa, Shen Mingxin warga desa berusaha menjual kambing dan rempah-rempah untuk membeli palu dan alat baja. Sebanyak 13 orang menggali terowongan sepanjang 1.250 meter selama lima tahun. Pada 1972, terowongan yang memiliki lebar lima dan empat meter itu akhirnya dibuka.

Seperti dikutip Daily Mail, Kamis (1/9/2016) terowongan yang bernama "Cliff Coridor" dengan 35 jendela ini menjadi lalu lintas penting warga desa untuk mencapai dunia luar. Pada pembangunannya, terowongan ini telah menghabiskan 12 ton batang bor dan 4.000 palu.

desa-1

Ratusan tahun Desa Guoliang tak diketahui dunia. Namun, pada Mei 2015 ratusan orang Tionghoa berbondong-bondong menuju desa yang dijuluki "desa paling berbahaya di China". Kini jumlah wisatawan bahkan telah menyebabkan kemacetan di terowongan tersebut. (widha kumalasari, sumber: dailymail.co.uk)

Penulis: Widha Kumalasari
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved