Kisah Lucu MUKIDI Terima Rapor dan Merogoh Kutang Penjual Rujak
Tribunjateng.com sudah upload puluhan cerita lucu MUKIDI yang mendapat sambutan hangat dari ratusan ribu pembaca di dunia maya.

Seorang dokter bedah melihat Mukidi yang akan dioperasi kelihatan resah gelisah. Dokter pun menghiburnya dengan candaan.
Dokter: “Bapak tau cara membuat sarung tangan karet yang sedang saya pakai ini?”
Mukidi: “Tidak dok.” (Sambil memberi isyarat dengan tangannya).
Dokter: “Begini Pak. Karet mentah direbus sampai meleleh lalu pegawai pabrik rame2 mencelupkan tangan ke dalam cairan karet itu. Setelah itu tangan segera diangkat untuk diangin-anginkan. Tak lama kemudian jadilah sarung tangan seperti ini.”
Mukidi tiba-tiba tertawa sendiri di pembaringan.
Dokter: “Mengapa Anda tertawa seperti itu?”
Mukidi: “Dengar cerita dokter tadi, saya lalu membayangkan bagaimana cara membuat kondom.”
Dokter: hehehehe
================================
MUKIDI ROGOH KUTANG PENJUAL
Mukidi ke pasar. Dia mau kulineran nyari rujak cingur khas Jawa Timur. Jumpa seorang wanita pedagang rujak bertubuh montok namanya Mukinah.
Mukidi: “Bu, rujak satu, berapa?”
Mukinah: “Sepoloh rebu, cak.”
Selesai dibungkus, Cak Mukidi bayar dengan uang Rp 20.000.
Mukinah: “Cak, tangan saya lagi belepotan, kembaliannya ambil sendiri di sini ya,” (Sambil menunjuk belahan dada atas).
Tanpa ragu-ragu Mukidi merogoh kutang pedagang itu karena yakin ada uang tersimpan di dalam.
Mukidi: “Nggak ada Bu.”
Mukinah: “Lebih dalam lagi, terus, terus. Ke kanan, ke kiri.”
Mukidi: “Nggak ada Bu.”
Mukinah: “Ya sudah.”
Mukidi: “Lah terus mana kembalian saya?”
Mukinah: Sampeyan kira goh-rogoh nang njero kutang ku gratis ta?
Mukidi: ....hadewh
================================