Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Adu Nyali di Atas Batu Kayangan Api Bojonegoro

Lapangan gas bumi Jambaran Tiung Biru yang masih tahap eksplorasi dan dikembangkan Pertamina EP Cepu.

Tayang:
Editor: rustam aji
KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL
Pengunjung menguji nyali dengan berjalan di atas Batu Kayangan Api di Bojonegoro, Jawa Timur. 

Di komplek wisata itu juga terdapat sejumlah artefak yang diduga terkait dengan eksistensi Kerajaan Majapahit.

Pada 2009, Tim dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan bahkan sempat terjun ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan masyarakat perihal penemuan tatanan batu bata di sekitar lokasi Kayangan Api.

Kayangan Api sempat populer pada tahun 2000 karena ditunjuk sebagai tempat pengambilan api untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XV di Surabaya, di mana Jawa Timur sebagai tuan rumah.

Akses menuju lokasi wisata dari pusat kota Bojonegoro sejauh 15 kilometer. Akses jalannya pun tidak begitu memadai, apalagi saat memasuki kawasan hutan lindung.

Kaya Migas

Wisata geologi Kayangan Api tidak luput dari Bojonegoro yang disebut daerah kaya minyak dan gas bumi di Jawa Timur. Bupati Bojonegoro, Suyoto bahkan menyebut, 20 persen cadangan energi nasional ada di Bojonegoro.

Menurut Suyoto, di kabupaten perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah itu, ada empat blok minyak dan gas bumi yaitu lapangan Banyu Urip Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), lapangan Sukowati yang dikelola Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB PPEJ).

sumur
Sumur Blekutuk, dipercaya sebagai tempat merendam pusaka Kerajaan Majapahit di obyek wisata Btu Kayangan Api di Bojonegoro, Jawa Timur. (KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL)

Lalu, lapangan sumur tua Wonocolo yang dikelola Pertamina EP Asset IV Cepu; dan lapangan Tiung Biru yang dikelola Pertamina EP Asset IV Cepu.

Selain itu, lapangan gas bumi Jambaran Tiung Biru yang masih tahap eksplorasi dan dikembangkan Pertamina EP Cepu.

Cadangan migas lapangan Banyu Urip Blok Cepu, lanjut Suyoto, diperkirakan mencapai 450 juta barel. Saat ini puncak produksi lapangan migas Banyu Urip Blok Cepu telah tercapai yaitu 165.000-170.000 barel per hari. "Produksi minyak di Bojonegoro ini menyumbang 20 persen produksi minyak nasional," katanya.

Sementara cadangan gas bumi lapangan Jambaran Tiung Biru mencapai 12 juta kaki kubik. Lapangan JTB ditargetkan mulai (JTB) produksi sebesar 227 kaki kubik gas bumi per hari pada kuartal pertama 2019, dan mencapai puncak produksi sebesar 315 MMSCFD pada 2020.

Bojonegoro, sambung Suyoto, memang belum maksimal mengelola sektor pariwisata, karena baru tiga tahun terakhir potensi tersebut digarap serius.

"Sebelumnya, Bojonegoro fokus menurunkan angka kemiskinan. Karena Bojonegoro pernah disebut bagian dari sejarah kemiskinan Indonesia," tambah Suyoto. (Kontributor Surabaya, Achmad Faizal)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved