Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ratusan Warga Menangis Antar 15 Jenazah Korban Kecelakaan ke TPU

Ratusan warga Dukuh Bentul, Desa Sibebek, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang ikut mengiringi pemakaman 15 jenazah di pemakaman setempat, Selasa (6/9).

tribunjateng/raka f pujangga
Proses pemakaman korban kecelakaan Pikap terguling, di Desa Sibebek, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Selasa (6/9/2016). 

TRIBUNJATENG.COM -- Ratusan warga Dukuh Bentul, Desa Sibebek, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang ikut mengiringi pemakaman 15 jenazah di pemakaman setempat, Selasa (6/9).

15 jenazah yang dimakamkan adalah korban kecelakaan maut di Jalan Sicawang (Jalan Batang-Tersono) di Dukuh Kebaron, Desa Purbo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, pada hari Senin (5/9) sore.

Sedangkan satu jenazah lainnya, dimakamkan di Dukuh Bakalan, Desa Sidoarjo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Total korban tewas akibat kecelakaan tunggal tersebut hingga hari Selasa (6/9) sore berjumlah 16 orang.

Belasan jenazah tersebut, disemayamkan bersama-sama dalam liang lahat yang berbeda, sekitar pukul 09.30.

Perasaan haru saat membawa jenazah ke dalam pemakaman tersebut sangat terasa. Ratusan warga menangis, dan melantunkan doa untuk mengantarkan keluarganya tersebut.

Wakil Bupati Batang, Soetadi ikut hadir di tengah masyarakat dan ikut mengantarkan jenazah hingga liang kubur.

Soetadi mengucapkan, turut berbelasungkawa atas kejadian tersebut dan meminta keluarga yang ditinggalkan tetap tabah.

Dia juga berpesan agar kecelakaan maut itu dapat diambil hikmahnya bagi masyarakat khususnya di Kecamatan Bawang.

"Musibah ini bisa menjadi pembelajaran untuk masyarakat terlepas kejadian ini karena human error tahu tidak," katanya.

Dia menjelaskan, masyarakat seharusnya menyadari pentingnya keselamatan saat berkendara.

"Mungkin maksudnya baik, untuk takziah. Tapi jangan juga sampai melupakan keselamatan," ujar dia.

Menurutnya, menggunakan mobil bak terbuka dengan penumpang sampai 46 orang tentu sangat berbahaya.

"Dibutuhkan kesadaran masyarakat, untuk sama-sama memperhatikan keselamatan jiwanya. Apalagi satu kendaraan sampai diisi 46 orang," ujar dia.

Tak lupa, secara spontanitas pihaknya akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia sebesar Rp 1 juta.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved