Breaking News:

Bakal Ada Kerangka Paus Biru Berukuran 33 Meter di Tengah Mal Tentrem, Ini Penampakannya

PT Sidomuncul berencana menghadirkan kerangka tulang paus biru di dalam mal Tentrem Semarang.

Penulis: hermawan Endra | Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/Hermawan Endra
Direktur Utama PT Sidomuncul, J Sofyan Hidayat menunjukan foto kerangka paus biru di Koeno Koeni Semarang, Selasa (13/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Sidomuncul berencana menghadirkan kerangka tulang paus biru di dalam mal Tentrem Semarang. Hal tersebut dilakukan untuk menarik pengunjung sekaligus mengangkat potensi wisata kota setempat.

Direktur Utama PT Sidomuncul, J Sofyan Hidayat mengatakan, kerangka paus biru berukuran panjang 33 meter ini didatangkan langsung dari Pulau Timor Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadirannya diyakini bakal menyaingi kerangka paus biru yang ada di New York yang berukuran hanya 16 meter.

"Paus biru ini terdampar mati di NTT. Nanti akan saya letakan di dalam mal Tentrem Semarang. Agar Kota Semarang semakin ramai karena wisatawan dari seluruh dinia akan datang, sekarang barangnya sudah ada di Semarang," ujarnya di Koeno Koeni Semarang, Selasa (13/9/2016).

Kerangka tulang hiu biru tersebut sedang dalam proses pemutihan tulang yang diperkirakan memakan waktu tiga bulan. Selanjutnya akan lebih dulu dirangkai di pabrik Sidomuncul, sembari menunggu proses pembangunan mal milik PT Sidomuncul tersebut selesai dikerjaan pada 2019.

Selain menghadirkan kerangka hiu biru di tengah mal, Sidomuncul bekerjasama dengan budayawan Arswendo Atmowiroto juga berencana menghadirkan museum di samping kawasan Hotel Tentrem Semarang. Ribuan peninggalan sejarah bernilai Rp 50 triliun dari jaman kerajaan Majapahit dan Singosari hasil koleksi sejak 20 tahun lalu itu bakal dipajang.

Koleksi barang antik tersebut antara lain, ribuan keris, keramik, guci, hingga patung dewa dari bahan batu giok putih. Namun pihaknya sedang menyelesaikan tahap negosiasi dengan PT Djarum selaku pemilik lahan seluas 1.000 meter persegi yang berada di samping kawasan Tentrem.

"Harapannya PT Djarum bersedia kami ajak bekerjasama. Upaya ini tidak semata bisnis, tapi juga melestarikan peninggalan sejarah sekaligus mengangkat potensi wisata di Kota Semarang agar semakin ramai dikunjungi," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved