Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Sejumlah Warga Keluhkan Sulit Beli Pertalite di Malam Hari

Warga mengaku kerap tidak dilayani saat hendak mengisi Pertalite, terutama pada malam hari, dengan alasan stok disebut habis oleh petugas.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Vito
TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
ISI BBM - Seorang pemotor tengah mengisi BBM di SPBU Wonotenggang Kabupaten Kendal 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Di tengah wacana pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, sejumlah warga sudah mengeluhkan sulitnya membeli Pertalite di sejumlah SPBU di Semarang dan sekitarnya. 

Mereka mengaku kerap tidak dilayani saat hendak mengisi Pertalite, terutama pada malam hari, dengan alasan stok disebut habis oleh petugas.

Keluhan itu seperti dirasakan warga Semarang, Wicaksana Surya. Ia mengaku kerap mendapati layanan pengisian Pertalite ditutup dengan alasan stok habis, terutama selepas pukul 21.00.

Menurut dia, fenomena itu sudah berlangsung cukup lama. Ia bahkan sengaja mencoba mendatangi beberapa SPBU di wilayah Kota Semarang hingga jalur menuju Sragen pada malam hari untuk memastikan kondisi tersebut.

“Kalau malam sekitar pukul 21.00 atau pukul 22.00 itu sering tidak dilayani beli Pertalite. Alasannya habis,” ujarnya, kepada Tribunjateng.com, pekan lalu.

Surya menuurkan, kondisi itu tidak hanya terjadi di satu lokasi. Ia mengaku beberapa kali mendapati hal serupa di kawasan Jalan Arteri Soekarno-Hatta, wilayah Kampung Kali Semarang, hingga sejumlah SPBU jalur Semarang-Sragen.

Ia menilai, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Sebab, menurutnya, sulit dipercaya jika stok Pertalite selalu habis setiap malam.

“Kalau dipikir logikanya, masa iya tiap hari habis terus. Konsumsi Pertalite satu SPBU itu sebenarnya berapa?” tukasnya.

Saat Pertalite disebut habis, dia menambahkan, BBM nonsubsidi seperti Pertamax justru masih tersedia dan tetap dilayani. “Yang ada cuma nonsubsidi,” bebernya.

Keluhan serupa disampaikan warga lain, Putra Setya. Ia mengaku pernah mendatangi SPBU di kawasan Manyaran pada siang hari menjelang Salat Jumat pada pekan lalu. Namun, layanan pengisian Pertalite tidak dibuka.

“Akhirnya ngisi Pertamax. Kalau malam di atas pukul 19.00 juga seringnya dibilang Pertalite habis di sekitaran rumah saya,” ucapnya.

Fenomena tersebut membuat sebagian pengendara terpaksa membeli BBM nonsubsidi, meski sebelumnya berniat membeli Pertalite.

Di media sosial (medsos), keluhan berkait dengan sulitnya memperoleh Pertalite pada malam hari juga mulai ramai dibahas warga. Beberapa pengguna mengaku mengalami pengalaman serupa di sejumlah wilayah berbeda di Jateng. 

Pengendalian subsidi

Adapun, Dewan Energi Nasional (DEN) mulai membahas skema distribusi agar lebih tepat sasaran, sebagai bagian dari strategi pengendalian subsidi dan efisiensi energi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved