MANTAP, Pelajar mulai Diberikan Pemahaman HAM Biar Hormati Tugas dan Hak Guru

Kementerian Hukum dan HAM RI menjalin kesepakatan bersama dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo terkait pemahaman HAM bagi pelajar SMA

MANTAP, Pelajar mulai Diberikan Pemahaman HAM Biar Hormati Tugas dan Hak Guru
TRIBUNJATENG/M NUR HUDA
PEMAHAMAN HAM -Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menandatangani kesepakatan bersama dengan Kemenkumham untuk menggalakkan Penghormatan, Pemenuhan Perlindungan, Penegakan dan Pemajuan HAM di Jateng bagi Pelajar SMA sederajat, di ruang kerja Gubernur, Rabu (14/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kementerian Hukum dan HAM RI menjalin kesepakatan bersama dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, untuk menggalakkan Penghormatan, Pemenuhan Perlindungan, Penegakan dan Pemajuan HAM di Jateng bagi Pelajar SMA sederajat.

Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia, Kementerian Hukum dan HAM RI, Mualimin Abdi mengatakan, setelah adanya kesepakatan bersama tersebut, diharapkan anak-anak pelajar SMA sederajat secara periodik diberikan pemahaman mengenai hak dan kewajibannya.

Yaitu kewajibannya sebagai pelajar untuk tidak melakukan bullying pada sesama temannya, tidak melawan arahan guru, menghormati tugas dan hak guru. Begitupula pelajar juga memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran dari guru.

"Harapannya masyarakat terutama pelajar dan guru bisa memahami tentang hak dan kewajibannya. Mereka saling menghormati dan harapannya ini jadi awal revolusi mental untuk generasi mendatang," kata Abdi, di sela acara penandatanganan kesepakatan bersama di ruang kerja Gubernur Jateng, Rabu (14/9/2016).

Gubernur Jatng Ganjar Pranowo mengatakan, dirinya setiap Rabu dan Kamis memiliki program 'Gubernur Mengajar' di SMA/SMK/SMP/SD di Jateng. Menurutnya, dalam program itu bisa diselipkan mengenai pemahaman HAM. terlebih kegiatan tersebut tidak membutuhkan anggaran.

"Ini malah gratis, tidak perlu anggaran. Biasanya saya tinggal telepon Kepala Sekolah, itu sudah rebutan," katanya.

Selain melalui kegiatan tersebut, pihaknya juga meminta pada Dinas Pendidikan dan SKPD terkait semisal Biro Hukum yang sudah memiliki program kegiatan sosialisasi mengenai HAM, bisa dilakukan inovasi agar lebih menarik untuk pelajar.

"Tapi saya juga minta, kalau bisa memberi pemahaman tentang HAM ke pelajar bisa tidak hanya gunakan cara konvensional, tapi lebih ke cara modern. Misalnya memanfaatkan twitter dan lainnya," kata Ganjar.

Menurutnya, cara sosialisasi melalui sosial media, lebih efektif. Mengingat melalui cara ini lebih diminati oleh anak-anak muda terutama pelajar masa kini.

"Sudah saatnya masuk ke era digital. Untuk Jateng, saya minta caranya lebih inovatif dan menarik serta mudah dipahami," kata Ganjar.(*)

Penulis: m nur huda
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved