MUNCUL Banyak Masalah Setelah Dimas Kanjeng Diisukan Sedang Berada di Makkah
MUNCUL Banyak Masalah Setelah Dimas Kanjeng Diisukan Sedang Berada di Makkah. Padahal Dimas Kanjeng mendekam di sel tahanan.
TRIBUNJATENG.COM, PROBOLINGGO - Muncul banyak masalah sejak Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap Polda Jatim di padepokannya di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, 22 September silam.
Banyak isu beredar yang sebagian justru "membela" Dimas Kanjeng. Ada sebagian pengikut atau 'santrinya' percaya bahwa Dimas Kanjeng yang ditangkap polisi adalah jelmaannya. Karena sesungguhnya Dimas Kanjeng saat ini sedang di Makkah.
Isu yang beredar di Probolinggo itu segera dibantah dan dibuktikan. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol RP Argo Yuwono, rupanya penasaran juga. Dia lantas mendatangi sel tahanan Polda Jatim dan mengecek keberadaan tersangka Taat Pribadi. "Apa benar Anda berada di Makkah?," tanya Kombes Argo saat itu. Tersangka Taat Pribadi yang menghuni sel khusus di tahanan Polda Jatim langsung menjawab. "Siapa yang bilang begitu. Saya ada di sini (dalam tahanan)," ungkap tersangka, sebagaimana ditirukan Kombes Argo, 27 September 2016.
KANJENG DIMAS

Dimas Kanjeng yang dianggap sebagai seorang dukun pengganda uang itu juga menobatkan dirinya sebagai Raja Probolinggo. Maka tak heran ribuan pengikutnya menganggap Dimas Kanjeng (47) adalah seorang raja yang mumpuni dan berwibawa penuh kharismatik.
Tapi di depan polisi, Dimas Kanjeng yang kondang bisa menggandakan uang itu, akhirnya tak bisa membuktikan. Diminta menggandakan uang Rp 5 ribu menjadi Rp 1 miliar. Hasilnya NIHIL. Tidak sesuai dengan apa yang dipamerkan di youtube untuk memikat orang jadi percaya.
"Taat, ini uangku Rp 5.000, gandakan jadi Rp 1 miliar," goda penyidik sembari menyodorkan uang pecahan Rp 5.000. Tersangka Taat yang saat itu tengah duduk hanya melempar senyum.
"Siapa yang bilang begitu. Saya tidak ngomong begitu," ujar Taat yang ditirukan seorang petugas. Lho, Anda katanya bisa menggandakan uang?" tanya petugas lagi. "Yang ngomong kan bukan saya," elaknya lagi.
Ribuan orang masih bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo meski Dimas Kanjeng Taat Pribadi sudah mendekam di sel tahanan Polda Jatim. Masalah muncul karena orang orang itu sebagian sudah kehabisan bekal karena sejak beberapa bulan menginap di Padepokan. Mereka menunggu pencairan dana berlipat ganda sebagaimana dijanjikan Dimas Kanjeng, yang mereka percayai. Hasilnya hingga kini masih NIHIL, belum ada mahar atau dana setoran dari pengikut yang dikembalikan. Padahal Dimas Kanjeng janji mengembalikannya.
Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji, menegaskan bertahannya korban penggandaan uang menjadi problem sosial tersendiri di Probolinggo. "Mereka kebanyakan berasal dari luar Jatim dan ada juga dari Makassar yang nilai setorannya mencapai puluhan miliar," ujarnya beberapa waktu lalu. Ada diantara mereka sudah kehabisan bekal dan hidup makan seadanya.
Sesuai rencana, Forpimda berencana menggelar pertemuan untuk membahas penanganan anak buah atau korban penggandaan uang Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Pembahasan nasib mereka melibatkan Gubernur Jatim dan Pangdam Brawijaya, serta Polda Jatim dan Forkominda.
Masalah yang lain adalah, bagaimana saat ini MUI serta para Kiai dan tokoh agama mengembalikan atau menyadarkan para pengikut Dimas Kanjeng untuk menyadari bahwa mereka adalah korban penipuan penggandaan uang. Anehnya tidak sedikit yang masih percaya bahwa uang mahar merekan akan benar-benar dilipatgandakan oleh Dimas Kanjeng.
TAAT PRIBADI

Uang jutaan atau bahkan miliaran yang ditemukan di bunker dan kamar Dimas Kanjeng saat ini juga sedang diteliti keasliannya. Itu semua uang dari mana? dan bagaimana selanjutnya pengembalian dana setoran atau mahar para pengikutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/muncul-banyak-masalah-setelah-dimas-kanjeng-diisukan-sedang-berada-di-makkah_20160929_204907.jpg)