Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dimas Kanjeng Ditahan

SAKSI HIDUP Pengepul Uang Dimas Kanjeng Tiba-tiba Menghilang

SAKSI HIDUP Pengepul Uang Dimas Kanjeng Tiba-tiba Menghilang. Diduga mereka menghindari wartawan dan pemeriksaan polisi.

Tayang:
Editor: iswidodo
youtube
SAKSI HIDUP Pengepul Uang Dimas Kanjeng Tiba-tiba Menghilang 

TRIBUNJATENG.COM, PROBOLINGGO - Para pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang diberi sebutan sebagai sultan mendadak menghilang dari Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo, Jawa Timur.

Sultan bertindak sebagai pengepul uang para pengikut lainnya tersebut tidak diketahui keberadaannya sejak sepekan terakhir. Padahal, sebelum kasus Dimas Kanjeng ramai diberitakan, para sultan masih terlihat mondar‑mandir di daerah sekitar padepokan.

Informasi yang dihimpun, para sultan itu kini berada di luar kota. Mereka mencoba menghindar dari polisi, wartawan, dan para pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang menagih pencairan uang mahar. Sultan ini merupakan orang kedua dalam jajaran struktur Padepokan Dimas Kanjeng.

Para sultan bertugas mencari pengikut sebanyak mungkin, dan membawa uang mahar dari para pengikut padepokan ini. Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifudin mengatakan, pihaknya sudah mendengar laporan para sultan padepokan ini berlomba bersembunyi untuk menghindari sorotan. "Kami sudah mendengar hal itu. Namun, kami sudah mengantongi beberapa nama dan alamat dari para sultan ini," katanya, Minggu (2/10). Ditambahkan, sejauh ini pihaknya masih belum membutuhkan para sultan.

AKBP Arman Asmara menyebutkan jika para sultan ini dibutuhkan dalam proses penyelidikan atau penyidikan, mereka baru akan dipanggali. "Kami akan tetap memantau keberadaan mereka. Karena mereka merupakan saksi hidup dalam kasus yang menjerat Dimas Kanjeng, pemilik, pengasuh, sekaligus guru besar Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi," terangnya.

Kendati demikian, kata Arman, bukan tidak mungkin para sultan ini ditetapkan tersangka. Manakala dalam pemeriksaan mereka diduga terlibat dalam aksi Dimas Kanjeng, mereka akan dijadikan tersangka. "Masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Sejauh ini, kami memang belum memeriksa mereka, karena masih menunggu laporan para korban Dimas Kanjeng," katanya.

Sejauh ini sudah ada tiga laporan yang masuk ke Polres Probolinggo. Laporan ini terkait dugaan penggelapan dan penipuan sejumlah uang oleh Dimas Kanjeng, menggunakan modus penggandaan uang. "Total sudah tujuh, karena empat laporan ke MUI (Majelis Ulama Indonesia) Probolinggo. Tapi, untuk yang dari MUI kami sedang menunggu laporannya," katanya.

Ditanya soal identitas dan nilai kerugian para korban, Arman enggan menanggapinya. Ia beralasan masih dalam ranah penyelidikan. Selain itu, alasan lain untuk keselamatan para pelapor. "Nanti kalau sudah jelas akan kami ekspose. Untuk sementara jangan dulu lah," paparnya. (tribunjateng/cetak/surya/lih)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved