TERTEGUN, Ternyata Ini Alasan Orangtua Tidak Merestuai Pernikahan Asty Ananta
TERTEGUN, Ternyata Ini Alasan Orangtua Tidak Merestuai Pernikahan Asty Ananta. Dia sudah menikah dengan Hendra Suyanto di Bali.
TRIBUNJATENG.COM - Artis asal Kota Semarang, Asty Ananta, sedang berbahagia. Ia dinikahi oleh seorang pria bernama Hendra Suyanto. Pernikahan itu dilangsungkan di sebuah hotel mewah di Pulau Bali. Namun, di tengah kabar bahagia tersebut, terselip cerita sedih terkait restu yang tidak diberikan orang tua Asty.
Seolah tak terpengaruh akan hal itu, Asty untuk pertama kalinya memberikan komentar terkait pernikahannya dengan Hendra. Melalui akun media sosialnya, Asty mengucapkan terimakasihnya atas doa serta restu yang diberikan untuk pernikahannya dengan Hendra.
“Alhamdulillah.. Terimakasih atas seluruh doa dan restunya. Momen yang bersejarah dan terpenting dalam hidup kami ini, kami sangat bersyukur dapat bersama dengan keluarga dan sahabat-sahabat terbaik kami,” tulis Asty Ananta, Senin (3/10).
Sementara itu, dibalik kebahagiaan yang dirasakan Asty, justru terselip kesedihan yang dirasakan sang bunda, Yunyianingrum Agustarini. Ibunda Asty terang-terangan tak mau memberikan restu atas pernikahan Asty dan Hendra. Alasannya, karena sang bunda mengaku sama sekali tak mengenal Hendra dan tak tahu bagaimana latar belakangnya.
Yunyianingrum menuturkan anaknya sempat meminta izin pada tiga hari sebelum pernikahan. Ia mengaku pada saat Asty dan Hendra datang, ia tengah menjalani perawatan di rumah sakit. "Baru H-3, last minute lah baru dibawa (ke rumah). Saat itu posisi saya lagi transfusi darah, opname di Rumah Sakit Kariadi (Semarang). Tidak lamaran dan hanya menentukan tanggal," ujarnya.
"Mohon izin, suami saya bilang, 'silakan tapi kami sekeluarga tidak akan datang', cuma itu. Setelah Asty pulang ke Jakarta. Saya baru diceritain sama suami saya. Mohon izin itu beda ya, sama mohon doa restu," lanjutnya.
Yunyianingrum hanya ingin putri sulungnya mendapatkan suami yang taat agama dan bisa menjadi imam rumah tangganya kelak. "Syaratnya shalat tidak terpenuhi. Kita bukan sok, kita juga bukan ahli kitab atau agama yang selalu benar. Bagi kami, yang penting itu mendirikan tiang agama," imbuhnya. (tribunjateng/cetak/tabloidnova)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/asty-ananta-dan-hendra-suyanto_20161004_092059.jpg)