Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jemaah Haji 2016

Ansharul Bawa Pulang Uang 6 Miliar ke Indonesia, Polisi Arab Saudi Telusuri Asal Dana Itu

Ansharul Bawa Pulang Uang 6 Miliar ke Indonesia, Polisi Arab Saudi Telusuri Asal Dana Itu

Tayang:
Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
FOTO DOKUMEN Jemaah Haji Jawa Tengah tiba di debarkasi Surakarta 

TRIBUNJATENG.COM - Niat Rochmat Kanapi Podo (58), Ansharul Adhim Abdullah (47), dan Sri Wahyuni Rahayu (36) pulang ke Tanah Air seusai ibadah haji menjadi tertunda. Tiga warga Gresik, Jatim, itu terpaksa ditinggalkan rombongan lantaran ditahan pemerintah Arab Saudi.

Rochmat dan Sri ditahan setelah diketahui membawa duit miliaran rupiah milik Ansharul di Bandara Madinah, Senin (3/10). Polisi Arab Saudi juga menahan Ansharul demi kepentingan pemeriksaan.

Kepala Bidang Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Kolonel Jaetul Muchlis, mengatakan, uang itu diakui Ansharul sebagai donasi dari seseorang. Sejak 2010, dia sudah mendapat donasi tersebut di Arab Saudi.

Siapa pemberi donasi miliaran rupiah itu? Polisi masih menelusurinya.
"Ini masih keterangan sementara. Masih dalam pengembangan pihak yang berwajib Arab Saudi," kata Jaetul kepada Kantor Berita Antara.

Dia sudah mendapat laporan sementara dari tim yang mendampingi tiga jemaat haji tersebut. Menurut Jaetul, pihak berwajib Arab Saudi hendak mengklarifikasi uang kepada si pemilik dana.
Bila semua jelas dan terang benderang, Jaetul berharap masalah ini bisa selesai.

"Insyaallah kita doakan semoga segera selesai masalahnya. Jadi jemaat kita bisa segera dipulangkan," tuturnya.

Senin pukul 11:30 waktu setempat, kelompok terbang (kloter) 39 Debarkasi Surabaya mulai melakukan boarding di Bandara Madinah. Rochmat, Ansharul, dan Sri Wahyuni kemudian digiring ke ruang khusus setelah melewati pintu pemeriksaan x-ray.

Ketiganya diketahui membawa tiga jenis mata uang melebihi jumlah yang diperbolehkan tanpa melapor terlebih dulu. Mata uang itu adalah euro, dolar AS, dan riyal.

Laporan awal menyebutkan uang itu berjumlah setara Rp 2 miliar. Duit tersebut milik Ansharul yang dititipkan kepada istrinya, Sri Wahyuni, dan kenalannya, Rochmat, secara terpisah.

Laporan sementara menyebutkan Ansharul membawa uang 20 ribu euro. Bila dikonversi ke dalam rupiah, maka nilainya mencapai Rp 292.335.000. Sri Wahyuni membawa 348 ribu euro dan 17 ribu Riyal. Bila dikonversi ke dalam rupiah, nilai totalnya Rp 5,146 miliar.

Rochmat mengantongi 50 ribu dolar dan 10 ribu euro. Nilai totalnya dalam rupiah mencapai Rp 796 juta. Jadi total uang yang dibawa ketiganya lebih dari 6 miliar rupiah, tepatnya Rp 6.235.971.394.
Hingga Selasa (4/10) siang, proses pemeriksaan terhadap tiga jemaat haji itu terus berlangsung di Haiatuttahqiq Wal Iddi'au al'Am Far'u Manthiqotul Al-Madinah Al Munawwaroh (Badan Investigasi dan Penuntutan Umum Wilayah Madinah). Kepala Daerah Kerja PPIH Bandara Jeddah-Madinah, Nurul Badruttamam, mengatakan, ketiganya didampingi Nurul, penerjemah Shokhari, dan staf Konjen RI di Jeddah, Rofik Rakib.

Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Sakur, belum menginformasikan kejadian ini kepada pihak keluarga ketiganya di Gresik perihal penahanan tersebut. Dia masih menunggu informasi lanjutan dari Arab Saudi.

"Kloter 39 sudah mendarat di Bandara Juanda, Selasa pagi. Ketiga jemaat tersebut tidak ikut," kata Sakur. Rochmat tercatat berhaji dengan istrinya. Keduanya warga Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik. Adapun Ansharul dan Sri Wahyuni penduduk Desa Tebaloan, Kecamatan Duduk Sampeyan, Gresik. (tribun/cetak/ant/kompas.com)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved