Mufiatun Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Perut PRT di Kudus Ini Disetrika Majikan
"Saya sudah ndak tahan, semalam saya kabur. Sama tetangga d antar ke polisi, dan kemudian dibawa ke sini,"
Penulis: yayan isro roziki | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Seorang pembantu rumah tangga (PRT) di Kudus, Mufiatun (25), mengaku dianiayai majikannya, Ags.
Ia dianiaya sang majikan lantaran lalai saat bekerja.
"Saat itu saya menyetrika pakaian. Karena kecapekan, saya ngantuk, sehingga pakaian yang disetrika terbakar," ucap Mufiatun, saat ditemui di ruang UGD RSUD dr. Loekmonohadi, Kudus, Minggu (9/10).
Mengetahui pakain yang disetrika rusak, sang majikan, Ags, marah besar.
"Majikan marah, perut saya kemudian disetrika," samung dia.
Disampaikan, peristiwa naas itu terjadi pada sekitar awal Juni silam, jelang memasuki bulan Ramadan.
Kendati demikian, sampai saat ini Mufiatun masih merasakan nyeri dan gatal di bagian perut, bekas luka bakar yang telah mengering itu.
"Saya sudah ndak tahan, semalam saya kabur. Sama tetangga d antar ke polisi, dan kemudian dibawa ke sini," ucap perempuan asal Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Pati.
Petugas medis di RSUD dr. Loekmonohadi, dokter Hikari, mengatakan Mufiatun datang pada Sabtu (8/10) sekitar pukul 23.55.
Diakui, memang terdapat bekas luka bakar di perut pasien.
"Untuk memastikan apakah itu bekas setrikaan atau karena sebab lain, perlu pemeriksaan lebih lanjut. Saat datang, pasien hanya mengaku badannya lemah dan lemas," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mufiatun-terbaring-lemah-di-ranjang-perawatan-ugd-rsud-dr-loekmonohadi-kudus_20161009_113549.jpg)