Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Siswa PIKA Semarang Ini Lebih Suka Furniture daripada Komputer, Kini Prestasinya Gemilang

Siswa PIKA Semarang Ini Lebih Suka Furniture daripada Komputer, Kini Prestasinya Gemilang. Dedi sabet medali emas di ajang ASEAN Skill Competition.

Tayang:
Penulis: hermawan Endra | Editor: iswidodo
tribunjateng/hermawan endra
MEDALI EMAS - Siswa PIKA angkatan 2016, Martinus Dedi Wicaksono (19) menunjukkan medali emas ASEAN Skill Competition ke-XI, di SMK PIKA Semarang, Kamis (6/10). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Saat peminat pendidikan sektor furnitur yang kian merosot. Seorang siswa PIKA (Pendidikan Industri Kayu) Semarang, Martinus Dedi Wicaksono (19) berhasil menggondol medali emas ajang uji keterampilan tenaga muda di bawah usia 22 tahun antarnegara Asia Tenggara.

ASEAN Skill Competition ke-XI, nama ajang tersebut digelar selama tiga hari, 24-26 September 2016 di Kuala Lumpur, Malaysia. Dedi tampil pada bidang ketrampilan cabinet making atau membuat furnitur.

Lomba diikuti 9 perserta dari lima negara antara lain Indonesia, Malaysia, Vietnam, Laos masing-masing dua orang, dan satu perserta dari Myanmar.

Dalam ajang tersebut, anak dari pasangan Agustinus Supriyanto dan Sukisti Caecilia warga Dusun Dlimas, Jambu, Ambarawa, Kabupaten Semarang ini wajib membuat lemari kecil sesuai instruksi panitia, dalam waktu 18 jam. Bentuk yang harus dihadirkan antara lain, lemari kecil satu pintu, satu laci, dengan daun atas yang dilapisi finir (lembaran kayu yang seragam ketebalannya).

Sebelum mengikuti ajang di tingkat ASEAN, Dedi menjadi juara satu dalam seleksi di tingkat daerah dan nasional. Selanjutnya ia baru mempersiapkan diri mengikuti ASEAN Skill Competition ke-XI dengan program pelatihan di PPPIK PIKA selama enam bulan.

Dedi mengatakan, tingkat kesulitan dalam kompetisi tersebut adalah soal ketelitian. Semua bentuk tidak boleh ada yang salah dan harus presisi. Berkat prestasi yang diraihnya ini, mulai Januari 2017 ia akan mengikuti seleksi lagi untuk maju ke ajang Word Skill Competition di Abu Dhabi Oktober tahun depan.

Bakat di bidang furnitur pria kelahiran Ambarawa 30 Mei 1997 ini diwarisi dari kakeknya yang tukang kayu. Sementara kedua orangtuanya bekerja sebagai buruh tani dan guru taman kanak-kanak.

Ketertarikannya di bidang furnitur, karena tidak ingin terbawa arus. Saat ini banyak generasi muda yang lebih tertarik menggeluti ilmu teknologi informatika. "Saya orang desa, di sana tidak ada komputer. Jadi saya tidak ingin ikut-ikut dan menggeluti bidang komputer," imbuh lulusan SMP Pangudi Luhur Ambarawa itu.

Ia mengaku masih akan fokus mengikuti seleksi Word Skill Competition. Baru nantinya ia akan bekerja di sebuah perusahaan mebel untuk menggali pengalaman sekaligus mengumpulkan modal berwirausaha.

Kepala Sekolah SMK PIKA Semarang, FX Marsono SJ mengatakan, antusias anak didik baru menggeluti industri kayu berkurang belakangan tahun ini. Mereka lebih tertarik mempelajari bidang komputer yang kini sedang menjadi tren.

Terbukti dari menurunnya jumlah pendaftar di sekolah PIKA sejak beberapa tahun belakangan. Saat ini jumlah anak didik sebanyak 212 orang dan setiap tahunnya meluluskan 50-60 per angkatan.

"Sementara industri keras yang membutuhkan keringat menjadi tidak menarik. Alumni PIKA kebanyakan setelah lulus bekerja di perusahaan baru, nanti tiga empat tahun membuka usaha sendiri," imbuhnya.

Kelesuan peminat di bidang industri kayu, membuat sejumlah perusahaan kesulitan mencari sumber daya manusia untuk bekerja di perusahaan mereka. Bahkan sejumlah perusahaan kayu saat ini berlomba menarik hati siswa di PIKA untuk bergabung.

"Sudah ada beberapa email masuk dari perusahaan yang ingin menggaet tenaga baru dari sekolah ini. Saat ini kondisinya lebih banyak yang membutuhkan dibanding lulusan. Peluang masih terbuka sehingga yang bekompetisi bukan lulusannya tapi perusahaan kayu itu sendiri untuk mendapatkan SDM baru," katanya. (tribunjateng/Hermawan endra)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved