Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pertempuran Lima Hari di Semarang

Sore Ini, Kawasan Tugu Muda Ditutup

Pertempuran Lima Hari merupakan peristiwa bersejarah yang dipelopori para Pemuda Semarang melawan penjajah Jepang.

Tayang:
Penulis: galih permadi | Editor: a prianggoro
tribun jateng/hermawan handaka
Tugu Muda Semarang dilihat dari Gedung Pandanaran Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM- Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang akan digelar, pada Jumat (14/10) malam. Pemkot Semarang akan menutup kawasan Tugu Muda selama dua malam, yakni Kamis (13/10) hari ini dan Jumat besok, mulai pukul 17.00-21.00.

Pertempuran Lima Hari merupakan peristiwa bersejarah yang dipelopori para Pemuda Semarang melawan penjajah Jepang. Pada Kamis malam akan digelar geladi bersih.

Kabag Humas Pemkot Semarang, Achyani mengatakan, selain kawasan Tugu Muda, ruas jalan yang akan ditutup Jalan Pandanaran (mulai perempatan Eka Karya), Jalan Mgr Soegiyopranoto, Jalan Siliwangi (mulai depan Hotel Siliwangi), Jalan Imam Bonjol (mulai depan kampus Untag), Jalan Pemuda (mulai Paragon Mall) serta Jalan Dr Sutomo (mulai pertigaan lampu traffic light Kalisari/kantor PKK).

"Karena jalan yang menuju Bundaran Tugu Muda akan ditutup total maka untuk warga diimbau untuk menggunakan jalur alternatif lain untuk menghindari kemacetan. Dan berkenaan itu juga kami imbau masyarakat dapat menyaksikan langsung sekaligus mengikuti jalannya peringatan Pertempuran Lima Hari," ujar Achyani, Rabu (12/10).

Dia menjelaskan, dalam upacara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, akan bertindak sebagai inspektur upacara, dan Komandan Batalyon Infanteri R 400/BR, Mayor Inf Arfan Johan Wihananto, sebagai komandan upacara.

"Peringatan Pertempuran Lima Hari akan dimulai tepat pada pukul 18.30 yang diikuti oleh peserta upacara, baik dari TNI, Polri, aparatur sipil negara, mahasiswa, ormas, pelajar, dan Pramuka, dengan keseluruhan berjumlah 28 pleton. Acara pokok dalam peringatan ini adalah mengenang detik-detik Pertempuran Lima Hari di Semarang, termasuk pembunyian sirene selama dua menit," kata Achyani.

Achyani mengatakan saat detik-detik peringatan, seluruh lampu di seputar Tugu Muda akan dipadamkan dan diganti dengan nyala obor.

"Bersamaan dengan itu pula, dibunyikan tembakan secara kombinasi diselingi ledakan-ledakan selama dua menit. Adapun tempat peledakan dan penembakan sebagai berikut, penembakan tunggal dan peledakan di selokan Gereja Randusari, penembakan rentetan di halaman Gedung Pandanaran," ujarnya.

Dalam upacara tersebut, lanjut Achyani, akan dibacakan cukilan sejarah pertempuran lima hari di Semarang oleh Drs St Sukirno MS, mantan rektor Untag.

Dilakukan pula renungan pertempuran dan prasetya generasi muda dengan menampilkan adegan fragmen pertempuran oleh tim fragmen dari Untag yang diiringi lagu-lagu perjuangan oleh paduan suara SMAN 3.

"Untuk kelancaran acara bagi peserta upacara disiapkan parkir di sepanjang Jalan Pemuda, Imam Bonjol, Sugiyopranoto, Dr Sutomo, dan Pandanaran. Untuk undangan disiapkan tempat parkir di halaman Gereja Katedral Randusari, sedangkan tamu VIP di Wisma Perdamaian," ujarnya. (TRIBUNJATENG/CETAK)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved