LIPUTAN KHUSUS

Pengusaha Startup Membutuhkan Inkubator

Salah satu elemen terpenting dalam bisnis rintisan usaha (startup) di Indonesia bahkan dunia adalah lembaga inkubator.

Pengusaha Startup Membutuhkan Inkubator
tribunjateng/m zainal arifin/IST
Founder startup Dijimedia, Muhamy Akbar Iedany (kiri) foto bersama Praktisi Start Up Slovakia 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Salah satu elemen terpenting dalam bisnis rintisan usaha (startup) di Indonesia bahkan dunia adalah lembaga inkubator. Hal itu dikatakan Bambang Supradono selaku General Manager Inkubator Bisnis Kreasi dan Inovasi Telematika Semarang (Ikitas).

Inkubator adalah suatu lembaga yang menginisiasi suatu produk. Fungsi inkubator adalah mendampingi ide atau prototype produk seseorang hingga jadi. "Nah tugas kami adalah mendampingi hingga produk itu bisa selesai. Prosesnya mulai dari prealfa, jadi alfa, jadi beta hingga produk rilis," kata Bambang, pekan lalu.

Berdirinya Ikitas diinisiasi Mustafa, pelaku startup yang punya produk software edukasi. Kunjungan ke Bandung Digital Valley begitu membekas dan membuat Mustafa membuat hal serupa di Semarang.
Sebagai mentor, posisinya hanya memfasilitasi tenant (pengusaha startup). Pihaknya akan tanya ke tenant butuh pendampingan apa saja. Misalnya butuh komputer, ruangan hingga pendampingan bisnis untuk dilempar ke pasar.

Untuk melakukan inkubasi, ia bekerjasama dengan mentor dari luar. "Ibaratnya, Ide itu seperti bayi prematur dimasukkan inkubator agar bisa survive," katanya.

Sejak berdiri pada 2013 lembaganya mendapat respons dari Disperindag Jateng hingga memfasilitasi pelatihan skill. Pada 2014, Pemprov Jateng memberi ruangan untuk program inkubator. Ia pun mengajak beberapa perusahaan startup untuk mengembangkan usaha. Lembaganya pun semakin berkembang hingga bantuan dari Kementerian Perindustrian senilai Rp 1,1 miliar berupa komputer berspek tinggi.

Pada awalnya, perusahaan startup yang bergabung memang animasi. Kegiatan tersebut diapresiasi dari pemerintah. Melihat progres bagus, Ikitas kembali diberi bantuan Rp 3,2 miliar pada 2015 berupa peralatan. "Kami jadi embrio techno park bersama beberapa kota lain. Sebuah tempat untuk sistem inkubasi. Seperti India yang menjamin tenaga terampil IT untuk Silicon Valley," katanya.

Bambang mengatakan Kementerian Perindustrian berjanji akan membangun techno park dan Pemerintah Provinsi Jateng menyediakan lahan. "Kami berharap itu segera terwujud," katanya. (tribunjateng/cetak)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved