Ini Wayang yang Sempat Dibuat Ki Enthus Susmono di Penjara

Dalam kesempatan tersebut ia memamerkan ratusan karya wayang baik wayang kulit, wayang rai wong, hingga wayang golek.

Ini Wayang yang Sempat Dibuat Ki Enthus Susmono di Penjara
Tribun Jateng/ Rival Almanaf
Ki Enthus Susmono 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Dalang yang juga Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono menggelar pameran wayang yang pernah ia buat selama hidupnya di Kampung Budaya Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rabu (26/10/2016).

Dalam kesempatan tersebut ia memamerkan ratusan karya wayang baik wayang kulit, wayang rai wong, hingga wayang golek.

"Sudah ada lebih dari 1400 wayang yang pernah saya buat dan beberapa yang terbaik dan berkesan saya tampilkan untuk dipajang dalam pameran kali ini," terang Enthus kepada awak media yang hadir dalam pembukaan pameran tersebut. Tidak ketinggalan adalah wayang yang pernah ia buat ketika mendekam di penjara.

Enthus memang pernah mendekam di penjara pada tahun 2008 hingga 2009 karena didakwa melanggar pasal 160 KUHP tentang Penghasutan.

Meski demikian, terkurung dalam bui ternyata tidak menghentikannya untuk terus berkreativitas ada sembilan wayang yang sempat ia buat hingga akhirnya keluar dari hotel prodeo tersebut.

"Keluar dari penjara, wayang-wayang yang saya buat sempat saya pamerkan juga di Amsterdam, ada yang menawar kalau dirupiahkan sekitar Rp 100 juta saat itu, namun tidak saya lepas, karena wayang ini memiliki histori yang kuat bagi saya, membuatnya penuh suasana kesedihan," bebernya.

Ditengah situasi terpuruk, jauh dari keluarga, istri dan orang-orang terdekat ia membuat wayang melalui program binaan kerja. Suatu program yang menyalurkan kreativitas narapidana. Ia tidak menampik ada rekan napi lain yang membantunya membuat wayang kala itu.

"Belum sempat juga mengajarkan, karena saat keinginan itu terbersit saya sudah keluar," imbuhnya. Salah satu wayang yang ia buat di penjara yang ia pamerkan adalah Gunungan Bui yang menggambarkan sosok dibalik jeruji besi dan diikat rantai di tengah ornamen gunungan. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved