Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Misteri Kematian Rasputin, Pria Yang Kebal Sianida dan Dipercaya Tak Pernah Mati

Grigori Rasputin Yefimovich lahir pada 1869 di sebuah desa terpencil di Siberia. Ia meninggal di istana Rusia pada tanggal 30 Desember 1916.

Wordpress.com
Grigori Rasputin 

TRIBUNJATENG.COM - Grigori Rasputin Yefimovich lahir pada 1869 di sebuah desa terpencil di Siberia. Ia meninggal di istana Rusia pada tanggal 30 Desember 1916.

Meskipun diduga memiliki kekuatan magis, ia dibunuh oleh kaum bangsawan Rusia. Namun beberapa orang percaya dia tidak pernah mati.

Rasputin menikah pada usia 18 tahun dan memiliki tiga anak, tapi dia meninggalkan keluarganya setelah dituduh mencuri dan memerkosa kuda.

Sebelum melarikan diri, ia sudah mendapatkan reputasi sebagai playboy, pemabuk, dan hedonis. Maka tidak heran jika kisah selanjutnya dari Rasputin dianggap menakjubkan.

Dia kemudian menghabiskan bertahun-tahun berkeliaran di Siberia dimana dia sering berlindung di biara-biara.  Pada 1893, ia mengaku telah memiliki kebangkitan rohani setelah menerima visi dari Our Lady of Kazan.

Otoritas biara lalu memanggilnya dengan strannik (pengemis pengembara suci), beberapa lainnya menyebutnya yurodiviy (orang beragama yang aneh).

Dia kembali ke rumah pada 1902 untuk memulai sebuah gereja, tapi ajarannya begitu radikal sehingga dia dikeluarkan.

Rasputin percaya, satu-satunya cara untuk membersihkan dosa adalah dengan berbuat dosa, baru kemudian sepenuh hati mengakui. Setelah mengundang banyak perempuan untuk berbuat dosa dengan dia, ia dengan cepat melarikan diri ke Kiev pada 1903.

Di sana ia melunakkan ajarannya dan mengesankan otoritas gereja dengan pidato dan pemahaman kitab suci-Nya.

Suatu saat di 1905, ia tiba di Petrograd (sekarang St Petersburg), Ibu Kota Kekaisaran Rusia. Dia datang benar-benar di saat yang tepat.

Tidak seperti Rusia, Petrograd lebih terekspos ke Eropa Barat dan lebih terbuka untuk ide-ide asing. Skandal korupsi di Gereja Ortodoks Rusia turut melemahkan kredibilitas mereka, sehingga orang mulai mencari agama alternatif.

Dengan mata menghipnotis, suara sensual, dan reputasinya sebagai penyembuh ajaib, pintu terbuka lebar untuk Rasputin untuk membawanya bertemu keluarga kekaisaran.

Nicholas II (kaisar Rusia terakhir sebelum revolusi Komunis yang dipimpin Vladimir Lenin) dan istrinya Alexandra hanya punya satu anak, Alexei.

Sayangnya, sang pangeran adalah penderita hemofilia, dan mereka terus merahasiakan kondisi ini untuk memastikan suksesi berjalan lancar.

Pada 1907, Alexei yang berusia tiga tahun menjadi sangat sakit meskipun telah mendapatkan perawatan dari dokter terbaik.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved