Headline Hari Ini
Jokowi Kagok Naik Kuda Rp 3 Miliar
Begitu juga Prabowo yang mengenakan topi koboi dengan warna yang sama. Jokowi kemudian menaiki kuda yang memiliki bulu berwarna putih, namanya Salero.
JAKARTA, TRIBUNJATENG.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto bertemu Senin siang (31/10) kemarin. Pertemuan yang diadakan di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat berlangsung akrab. Keduanya sempat menyantap nasi goreng dan menunggang kuda bersama.
Keduanya terlihat santai usai melakukan pertemuan yang berlangsung tertutup itu. Presiden mengaku waktu pertemuannya dengan Prabowo dihabiskan dengan berbincang hal yang berkaitan dengan kebangsaan maupun soal politik sambil makan nasi goreng. Jokowi terlihat mengenakan topi koboi berwarna cokelat pudar dan mengenakan sepatu khas berkuda.
Begitu juga Prabowo yang mengenakan topi koboi dengan warna yang sama. Jokowi kemudian menaiki kuda yang memiliki bulu berwarna putih, namanya Salero. Sementara Prabowo menaiki kuda berwarna kuit cokelat, bernama Principe. Kuda-kuda Prabowo itu ditaksir harganya Rp 3 miliar per ekor.
Terlihat Jokowi masih agak kagok ketika menaiki Salero, sehingga perlu bantuan dari pendamping. Prabowo kemudian meminta kepada si pedamping agar melepas ikatannya dan membiarkan Salero berjalan dengan Presiden yang memegang kemudinya.
Agar Salero dan Principe tenang, Prabowo yang pernah maju capres tahun 2014 itu meminta kepada awak media untuk tidak menggunakan cahaya flash saat mengabadikan gambar. Prabowo pun memuji Presiden Jokowi setelah menjajal kuda bernama Salero itu.
"Pak Presiden ini punya bakat berkuda. Beliau punya badan yang ringan. Kuda itu suka yang ringan-ringan," kata Prabowo.
Ketua DPR Ade Komarudin merespon positif pertemuan Presiden dengan Prabowo Subianto. Menurut Ade Komarudin, pertemuan dua tokoh itu membantu situasi menjelang demonstrasi 4 November 2016 berlangsung kondusif.
"Bisa sangat membantu mendinginkan suasana, kemudian mengarahkan semua orang untuk berpikir konstruktif untuk negara ini," kata Ade Komarudin di Gedung DPR.
Pria yang akrab disapa Akom itu menilai pertemuan Jokowi dengan Prabowo berdampak baik. Apalagi, kata Akom, jika keduanya menggelar jumpa pers seusai pertemuan tertutup.
"Sekurang-kurangnya akan mendinginkan suasana karena yang pernah bersaing dalam Pilpres saja bisa duduk bersama untuk mikirin negeri ini, apalagi yang lain dong," kata Politikus Golkar itu. Dalam pertemuan kemarin, Presiden didampingi Menko Maritim Luhut Panjaitan.
Menkopolhukam tidak hadir dalam pertemuan kemarin. "Ya ini mungkin ada tugas lain yang lebih besar diberikan pak Presiden. Kan Menkopolhukam juga banyak tugas-tugas harus diselesaikan juga. Politik keamanan itu kan bukan hanya masalah DKI," kata Ketua DPP Hanura Dadang Rusdiana ketika dikonfirmasi.
Pertemuan keduanya, Presiden Jokowi dengan Prabowo, dari informasi yang dihimpun membicarakan rencana demo besar-besaran pada 4 November mendatang.
Ketua MPR Zulkifli Hasan berharap, aksi yang akan digelar Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah Ormas Islam tidak berlangsung anarkis dan menjaga situasi kondusif.
"Kita minta berlangsung aman, damai dan tenteram. sehingga tidak meresahkan masyarakat. Saya percaya, para pemimpin demo besok akan menjaga itu," kata Zulkifli.
Presiden Jokowi kemudian angkat bicara terkait akan digelarnya demonstrasi besar-besaran di istana oleh ormas Islam terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jokowi-dan-prabowo_20161031_182604.jpg)