Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kamu Bisa Melihat 'Nemo' Bertualang di Antara 750 Spesies Koral di Wakatobi

Ikan badut namanya. Berwarna merah menyala, dengan setrip putih di punggungnya berenang di kejernihan air laut di sela-sela terumbu karang

Tayang:
Editor: muslimah
DOK INDONESIA.TRAVEL
Clown Fish di Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara. 

Kekayaan ikan yang dimiliki taman nasional ini sebanyak 93 jenis. Di antaranya, Cephalopholus argus, takhasang (Naso unicornis), pogo-pogo (Balistoides viridescens), napoleon (Cheilinus undulatus), ikan merah (Lutjanus biguttatus), baronang (Siganus guttatus), Amphiprion melanopus, Chaetodon specullum, Chelmon rostratus, Heniochus acuminatus, Lutjanus monostigma, Caesio caerularea, dan lain-lain.

pKOMPAS/DWI AS SETIANINGSIHIkan Napoleon 

Taman Nasional Wakatobi juga menjadi tempat beberapa jenis burung laut seperti angsa-batu coklat (Sula leucogaster plotus), cerek melayu (Charadrius peronii) dan raja udang erasia (Alcedo atthis).

Beberapa jenis penyu juga menjadikan taman ini sebagai rumah mereka, seperti penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan (Caretta caretta), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea).

Perairan Wakatobi memiliki "tamu" setia yang menjadikan perairan Wakatobisebagai taman bermainnya. "Tamu" itu tidak lain dan tidak bukan adalah ikan paus sperma (Physeter macrocephalus).

Biasanya, kawanan paus sperma berada di Wakatobi pada bulan November, saat belahan bumi lain membeku. Pada bulan tersebut, perairan Wakatobirelatif lebih hangat dan berlimpah pakan yang bisa mengenyangkan perut kawanan paus.

Wakatobi juga menjadi tempat bermain ikan pari manta (Manta ray) yang ukuran tubuhnya tergolong raksasa. Pari manta merupakan salah satu jenis ikan yang khas dan unik, yang hanya terdapat di perairan tropis.

Keberadaan 25 gugusan terumbu karang dan kedalamannya menjadikan perairan di Taman Nasional Kepulauan Wakatobi tempat yang ideal bagi berbagai jenis biota laut untuk tinggal, juga menjadikan penghuni laut di sini memiliki nilai estetika dan konservasi yang tinggi.

Secara spesifik Taman Nasional Kepulauan Wakatobi dikelilingi pantai dari pulau-pulau karang sepanjang 600 km serta obyek wisata pantai dan tersebar di seluruh wilayah Wakatobi sangat potensial untuk dikelola. Jadi, bukan tanpa alasan jika kawasan pantai di wilayah ini sangat cocok untuk wisata seperti diving, snorkeling, berenang, dan memancing.

Cantik Menarik

yHilda B Alexander/Kompas.comWakatobi 

Adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang menjadikan Wakatobi menjadi satu dari 10 Kawasan Pariwisata Strategis Nasional (KSPN). Laporan laman Kompas.com per 1 November 2016, menunjukkan bahwa pemerintah Kabupaten Wakatobi sudah menyiapkan berbagai perencanaan membuat taman nasional ini kian cantik menarik bagi para pelancong.

Bupati Wakatobi Arhawi Ruda sempat mengatakan bahwa target kunjungan wisatawan baik domestik dan lokal ke Wakatobi sampai dengan 2016 usai adalah 25.000 orang. Jumlah ini naik 7.000 orang ketimbang pencapaian pada 2015.

Rencana besar yang bakal diwujudkan segera adalah penataan empat pulau besar Wakatobi. Sampai kini, begitu banyak potensi di Wakatobi yang terpencar. Tantangan yang mengemuka adalah belum ada keterhubungan yang menyatu dari potensi-potensi itu.

Sebut saja Pulau Kapota yang berada di tengah gunung dengan danau air asin serta gua kelelawar. Pantai Kapota juga dikenal sebagai tempat menyelam terindah. (Baca:Festival Wakatobi Digelar 18 Desember 2016).

Selain itu ada Pulau Runduma yang berjarak 42 mil dari pulau besar Wakatobidi tengah-tengah Laut banda. Di sinilah ikan napoleon paling banyak dijumpai. Menarik bukan?

Adapun percepatan pembangunan yang segera dilakukan adalah revitalisasi dan penataan pantai di Pulau Wangi-wangi sepanjang 1.400 meter. Pemkab Wakatobi akan menjadikannya sebagai ruang publik yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat juga wisatawan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved