Senior Pukuli Junior Hingga Masuk ICU, Ini Pernyataan Wakil Kepala Sekolah SMKN 2 Tegal
Mendengar ada satu muridnya yang masuk rumah sakit lantaran dipukul seniornya, pihak sekolah mengaku kecolongan dengan kasus tersebut.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: galih pujo asmoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Mendengar ada satu muridnya yang masuk rumah sakit lantaran dipukul seniornya, pihak sekolah mengaku kecolongan dengan kasus tersebut.
Siswa Kelas X SMKN 3 Kota Tegal, Aditya Riski Fauzi (15) harus dirawat di Ruang ICU RSUD Suradadi Kabupaten Tegal lantaran merasa sakit yang luar biasa di bagian perut.
Ia mengaku sakit usai dipukul seniornya saat jam pelajaran.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 3 Kota Tegal, Bambang Andi W kaget saat mendengar kasus tersebut mencuat.
"Padahal, pihak sekolah sudah mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan pendidikan karakter terhadap siswa. Selama ini, sekolah telah berupaya melakukan pembinaan mental siswa agar kasus semacam itu tidak terjadi," ujarnya.
Bambang mengaku telah mengumpulkan sejumlah siswa yang diduga melakukan pemukulan.
Selain itu, total siswa yang jadi korban pemukulan sejauh ini berjumlah 8 orang.
Sementara, untuk yang melakukan pemukulan mencapai 20 orang.
"Usai kasus tersebut mencuat, kami langsung melakukan pemeriksaan kepada siswa dan memanggil siswa yang diduga terlibat," jelasnya.
Menurutnya, orangtua siswa terduga pelaku juga sudah dipanggil.
Orangtua kemudian menandatangani surat pernyataan yang isinya akan menanggung biaya pengobatan.
Ia mengaku saat ini pihak sekolah masih fokus pada penanganan korban hingga sembuh.
Sementara pelaku yang nantinya terbukti melakukan hal itu akan dikenakan sanksi dikeluarkan dari sekolah.
Aditya sudah sejak Kamis (3/11/2016) pekan lalu dibawa ke rumah sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/siswa-tegal-dipukuli-senior_20161108_183843.jpg)