Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cina akan Makin Gencar Incar Kelemahan Amerika begitu Dipimpin Donald Trump

Cina akan Makin Gencar Incar Kelemahan Amerika begitu Dipimpin Donald Trump

Editor: iswidodo
REUTERS
MLENGOS, Foto-foto Pertemuan Obama dan Donald Trump Tampak Canggung Berpaling Muka 

TRIBUNJATENG.COM - Donald Trump memiliki banyak pengagum di Cina terkait bisnisnya dan ucapannya yang blak-blakan. Donald Trump sudah memenangkan pemilihan presiden AS, tetapi di tingkat lain -yang penuh persaingan antar negara besar, slogan kampanye sang presiden terpilih, "Membuat Amerika kembali hebat," akan dihadapi Cina dengan perspektif lain.

Tepat pada saat Trump menyampaikan pidato kemenangannya, saluran TV Cina memutar liputan misi ruang angkasa. Presiden Xi Jinping bahkan memilih hari itu untuk berbicara melalui saluran satelit dengan astronaut China.

Sulit untuk melepaskan diri dari perasaan bahwa ini adalah versi Cina dari momen John F Kennedy "Kami memilih untuk pergi ke Bulan", suatu pesan untuk mengingatkan masyarakat bahwa apa pun yang terjadi di tempat lain di dunia, kekuatan Cina sedang bangkit.

Bisa jadi Presiden Cina, Xi Jinping, juga secara diam-diam merayakan suatu kemenangan dalam peristiwa di Amerika itu.

Pemilihan umum di AS telah menjadi suatu hadiah bagi Partai Komunis Cina. Di suatu negara dengan partai tunggal raksasa yang menikmati keadaan tanpa diskusi umum tentang kelebihan dan kekurangan sistem mereka, Amerika Serikat kerap terlihat sebagai patokan diam-diam tentang kemajuan secara material, kultural, dan politik.

Bukan kebetulan bahwa slogan Cina yang dicanangkan Presiden Xi seiring dengan mimpi Amerika. Untuk suatu negara adidaya yang tengah bangkit, AS adalah negara yang mesti dikejar.

Selama beberapa tahun terakhir, para pengamat Cina sering mengatakan bahwa perang yang dilancarkan Amerika di Afghanistan dan Irak merusak keyakinan CIna bahwa AS bisa dipercaya untuk memimpin geopolitik dunia, dan pada tahun 2008 krisis keuangan dunia merusak kepercayaan Cina bahwa AS bisa diandalkan meminpin ekonomi global.

Dan sekarang, pertarungan di pemilihan presiden yang panas dan penuh skandal telah merusak kepercayaan Cina bahwa warga Amerika bisa mengurus dirinya sendiri.

Kendati pemerintah Cina berhati-hati dan menghindar untuk memberikan komentar langsung pada kampanye para calon, media Cina yang sangat dikendalikan pemerintah bisa mengambil peran yang bebas dalam membicarakan kebencian dan perpecahan dalam pilpres AS.

Presiden terpilih Trump juga telah berulang kali menyuarakan hal yang senada dengan Beijing bahwa sistem Amerika penuh kecurangan yang menguntungkan para elite kaya.

Dan media Cina di sisi lain mengupas habis-habisan pengalaman dan manfaat yang dinikmati para pegawai negeri di piramida partai tunggal mereka sendiri sebagai suatu pernyataan yang dihadapkan pada para demagog dangkal di negara-negara demokrasi elektoral.

Untuk suatu negara yang belum lama mengalami perang saudara dan teror kaum fanatik saat Revolusi Kultural, sengitnya pilpres AS telah menghapus seluruh dongeng indah sebelumnya tentang demokrasi AS.

Namun tentang sang presiden terpilih sendiri, opini publik terbelah. Banyak orang Cina yang mengagumi Trump sebagai pebisnis, yang bicara terus terang dan seorang dari luar dunia politik. Jika empat tahun dari sekarang ia "membuat Amerika kembali hebat," maka sistem politik yang memproduksinya akan memperoleh kredibilitas.

Namun jika tim di belakang "Impian Cina" bisa membuat rakyat Cina kaya, mengirim roket ke Mars, dan mendominasi Asia, maka 9 November 2016 menandai saat ketika Cina meninggalkan 'Impian Amerika' untuk selamanya.

Roket Long March-5 meluncur dari pusat antariksa di Wenchang, menandai ambisi luar angkasa Cina.
Sebagai bagian dari janji untuk "Membuat Amerika kembali hebat" Trump sering mengatakan AS harus 'menang' dalam hubungan ekonominya dengan Cina.

Tapi selama empat dasawarsa terakhir, para pemimpin Partai Komunis China telah belajar untuk memperlakukan janji kampanye AS dengan sejumput garam.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved