Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bertemu Ganjar Pranowo, PM Belanda Jajaki Kerjasama Pembuatan DAM Lepas Pantai

Bertemu Ganjar Pranowo, PM Belanda Jajaki Kerjasama Pembuatan DAM Lepas Pantai

Penulis: m nur huda | Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
FOTO DOKUMEN kondisi kampung di kecamatan Sayung Kabupaten Demak Jawa Tengah yang terkena abrasi pantai Laut Jawa 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte, dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, dan sejumlah Forkopimda Jateng, melakukan pertemuan sekira 1,5 jam di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa (22/11/2016).

Saat ditemui usai pertemuan yang dilakukan tertutup untuk media tersebut, PM Belanda, Mark Rutte mengatakan, bahwa pada pertemuan itu membicarakan mengenai banyak hal. Di antaranya tentang penanganan masalah rob di pesisir Kota Semarang.

erdana Menteri Belanda, Mark Rutte dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo
Pertemuan antara Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Wisma Perdamaian, Selasa (22/11/2016),

"Pertemuan dengan Gubernur Jateng membicarakan banyak hal, di antaranya tentang perlindungan pantai dan menjajaki kemungkinan membuat DAM lepas pantai," kata Mark Rutte.

Selain membicarakan mengenai penanganan masalah rob, lanjutnya, juga membuat sejumlah kesepakatan-kesepakatan bersama. Salah satunya terkait pengelolaan Kota Lama di Kota Semarang.

"Kami membuat kesepakatan-kesepakatan, salah satunya trkait pengelolaan Kota Lama," ujarnya.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di sambut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setiabudi dan Walikota Semarang Hendrar Prihadi di Wisma Perdamaian Kota Semarang, Selasa (22/12). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pada pertemuan itu memang telah dilakukan berbagai keseoakatan bersama. Di antaranya tentang penanganan rob, penataan kota lama, kerjasama investasi dan kebudayaan.

"Dia berharap ada investasi pola P to P (parlement to parlement), G to G (Government to Government), B to B (business to business), termasuk budaya juga," kata Ganjar.

Pihaknya juga menawarkan kerjasama lain selain water management, juga transfer energy dan teknologi yang dimiliki Belanda, serta kerjasama perdagangan.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved