Sabtu, 16 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

120 Taruna Akpelni Ikuti 'Port Clearance'

Sedikitnya 120 taruna Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (AKPELNI) Semarang mengikuti pelatihan port clearance, di ruang Andromeda, Rabu (23/11/2016).

Tayang:
Penulis: raka f pujangga | Editor: a prianggoro
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Sedikitnya 120 taruna Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (AKPELNI) Semarang mengikuti pelatihan port clearance, di ruang Andromeda, Rabu (23/11/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Sedikitnya 120 taruna Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (AKPELNI) Semarang mengikuti pelatihan port clearance, di ruang Andromeda, Rabu (23/11/2016).

Pelatihan tersebut diselenggarakan DPC Indonesia National Shipowners Association (INSA) Semarang, sebuah asosiasi pemilik kapal untuk membekali taruna terhadap pengetahuan maritim.

Ketua Penyelenggara Pelatihan, Haris Padilah menjelaskan, pelatihan tersebut berguna untuk meningkatkan kualitas taruna AKPELNI.

Khususnya, kata dia, untuk taruna yang mengikuti program studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga (KPN).

"Pelatihan ini memberikan bekal sebelum mereka praktek lapangan bulan Februari 2017 mendatang. Sehingga mereka mampu mengurus surat masuk dan keluar," jelas dia.

Dia menjelaskan, pihaknya membutuhkan SDM untuk tenaga operasional yang siap kerja dalam mengurus surat izin clearance in atau clearance out (CI/CO).

Menurutnya memahami surat izin CI/CO itu sangat penting kareng dibutuhkan untuk kapal yang akan masuk dan berlayar dari pelabuhan.

"Sehingga semuanya tidak kesulitan mendapatkan pekerjaan, karena tenaga kerja mereka dibutuhkan. Satu perusahaan kapal, minimal membutuhkan tiga orang," kata dia.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang, Gajah Rooseno, dan Ketua DPC INSA Semarang, Ridwan, serta Direktur AKPELNI, capt Ahmad Sulistyo.

Gajah Rooseno mengatakan, dibutuhkan tenaga profesional untuk bekerja dalam bidang maritim.

Dukungan pemerintah yang memasukkan poros maritim sebagai salah satu nawacita dalam program Presiden Jokowi dinilai menguntungkan bagi dunia kemaritiman saat ini.

"Karena poros maritim ini berbicara soal tol laut, dan negara lainnya membutuhkan Indonesia," ujar dia memberikan semangat peserta.

Direktur AKPELNI secara simbolih menyerahkan co-card untuk tiga orang peserta tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved