Berita Jawa Tengah
Sosok Avan Pemuda Tegal Jadi Sorotan Dunia Hacker Internasional, Dulu Pernah Jadi Korban
Avan pemuda 25 tahun dari Kabupaten Tegal berhasil mengharumkan nama Indonesia di panggung keamanan cyber (siber) internasional.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Tidak ada yang tidak mungkin ketika terus berusaha, belajar dan berdoa untuk mewujudkan mimpi besar yang semula terasa sulit digapai namun pada akhirnya berhasil diraih.
Inilah yang dirasakan sosok pemuda bernama Danang Avan Maulana, dari lereng Gunung Slamet, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.
Pemuda 25 tahun ini berhasil mengharumkan nama Indonesia di panggung keamanan cyber (siber) internasional.
Baca juga: Operasi Bersama Perdana Awal Mei 2026, Satpol PP Kabupaten Tegal Sita 206 Batang Rokok Ilegal
• BREAKING NEWS, Abi Jamroh Mundur dari Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng
Avan, sapaan akrabnya sukses mencatatkan prestasi membanggakan dengan tampil di konferensi hacker kelas dunia bernama DEF CON.
Bukan sekadar hadir sebagai peserta, Avan dipercaya menjadi speaker untuk mempresentasikan risetnya dalam sesi bergengsi Demo Labs.
Sebuah panggung yang hanya diisi oleh individu-individu terpilih dari seluruh dunia dengan standar seleksi ketat.
Avan menceritakan, ajang internasional yang dia ikuti itu digelar pada 28-30 April 2026 di Marina Bay Sands Expo and Convention Centre, Singapura.
Konferensi DEF CON dikenal sebagai salah satu forum paling prestisius di dunia keamanan siber.
Digagas sejak 1993 oleh Jeff Moss, ajang ini menjadi titik temu para hacker, peneliti, praktisi IT, hingga perusahaan teknologi dari berbagai belahan dunia. Mulai Asia, Amerika, Eropa, hingga Afrika.
"Ajang ini bagi saya seperti mimpi yang sudah lama diharapkan menjadi kenyataan."
"Apalagi saya hadir mengikuti sesi presentasi Demo Labs."
"DEF CON merupakan konferensi global yang di dalamnya ada berbagai sesi seperti presentasi riset, workshop, hingga challenge seperti CTF," jelas Avan kepada Tribunjateng.com, Jumat (15/5/2026).
Avan bercerita, dalam presentasinya dia memperkenalkan proyek inovatif bernama Pretexta.
Platform ini dirancang untuk mensimulasikan skenario social engineering, jenis serangan siber yang menjadikan manusia sebagai titik lemah utama dalam sistem keamanan.
“Inovasi Pretexta fokus pada peningkatan kesadaran dan kesiapan menghadapi ancaman berbasis manipulasi psikologis."
| LPSK Kawal Korban Kekerasan Seksual Kiai Abi Jamroh di Jepara, Kantongi Dua Layanan |
|
|---|
| BREAKING NEWS, Abi Jamroh Mundur dari Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng |
|
|---|
| BREAKING NEWS, Penahanan Ashari Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng |
|
|---|
| Hujan Angin di Delanggu Klaten: Pohon Tumbang, Atap Rumah Warga Rusak |
|
|---|
| Jembatan Bailey 90 Meter Dipasang di Brebes, Pembangunan Sekolah Rakyat Kini Lebih Lancar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260515-_-Danang-Avan-Maulana-Hacker-Asal-Tegal.jpg)