Kelola Sampah, Warga di Semarang Ini Bisa Dapat Rp 12 Juta per Bulan
Diskusi bank sampah tersebut digelar Lembaga Swadaya Masyarakat Bintari Foundation, bekerja sama dengan Indofood dan Mercy Corp dihadiri 10 Kelurahan
Penulis: budi susanto | Editor: galih pujo asmoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anggota PKK kelurahan Wonosari RW 12 Kecamatan Ngaliyan, Darwanto menganggap sampah bisa menjadi komoditi yang bermanfaat bagi msyarakat.
Demikian dikatakannya dalam diskusi pengelolaan bank sampah di aula Kecamatan Ngaliyan Semarang, Rabu (23/11/2016).
"Acara seperti ini sangat bagus, bisa menjadi motifasi untuk pengolahan sampah bagi masyarakat, sampah bisa menjadi komoditi yang bermanfaat, hal positif seperti ini harus ditindaklajuti," ujar Darwanto.
Diskusi bank sampah tersebut digelar Lembaga Swadaya Masyarakat Bintari Foundation, bekerja sama dengan Indofood dan Mercy Corp dihadiri 10 Kelurahan dari Kecamatan Ngaliyan.
Diruktur Pelaksana Bintari Foundation, Arief Khristanto mengatakan, akan meneruskan hasil diskusi itu ke Balai Lingkungan Hidup (BLH).
"Kami mengundang karangtaruna, PKK dan elemen lain yang ada di masyarakat, kami ingin mengenalkan program trash to cash, harapan kami bank sampah bisa menjadi solusi pengurangan sampah dan bisa menjadi bisnis," tuturnya.
Mainto, kepala bank sampah Kelurahan Kalipancur menambahkan, program trash to cash sangat bermanfaat bagi warga di lingkunganya.
"Warga kami sangat terbantu karena program bank sampah, setiap bulan kelompok kami bisa memperoleh sekira Rp 12 juta dari pemasukan mengelola sampah," ujar Mainto. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/diskusi-bank-sampah-di-ngaliyan_20161123_215614.jpg)