Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liputan Khusus

WASPADALAH! Taksi Gelap Turunkan Penumpang di Tengah Jalan

Saat mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang, Laurentius Dexy (22) bingung mencari angkutan menuju Kabupaten Kudus.

www.yahoo.com
Robot Taxi, taksi dengan sopir robot. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Mendengar kata taksi gelap Bandara Ahmad Yani, Rifki Firmansyah (38) langsung tertawa. Ia menggunakan jasa taksi gelap alias taksi ilegal tersebut hingga dua kali. 

Harganya? "Nyesel juga sih. Dari sini (bandara) sampai daerah Wonodri Rp 150 ribu, kalau taksi bandara Rp 75 ribu," kata pria asli Semarang itu di Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang, akhir pekan lalu.

 Ia bercerita terpaksa menggunakan jasa taksi gelap karena terburu-buru dan sudah malam. Awalnya, ia mengira taksi di luar tarif resmi bakal lebih murah.

Ternyata tidak. Rifki mengaku sempat menego harga menjadi Rp 100 ribu. Ternyata sopir taksi gelap tidak mau. Mau tidak mau, ia pun menerima harga dari sang sopir karena terburu-buru.

Setelah sepakat, sopir taksi gelap membawanya ke mobil Avanza pelat hitam yang diparkir dekat pintu kedatangan. Ia mengaku sempat merasa waswas saat naik taksi gelap.

"Agak takut juga sih, apalagi identitas sopirnya tidak jelas. Tapi karena jaraknya dekat, ya tidak masalah," ucap pria yang bekerja di Jakarta itu.

Ia menyatakan setiap bandara pasti ada taksi gelap. Di Jakarta pun ada. Tapi, sopir taksi gelap di Jakarta masih mau bernegosiasi harga. Hal itu berbeda dari sopir gelap di Bandara Ahmad Yani Semarang. Menurutnya, sopir taksi gelap bandara di Semarang 'saklek' soal harga.

Rifki menuturkan pengalaman tidak menyenangkan tentang taksi gelap Bandara A Yani juga dialami adiknya. Suatu kali, adiknya naik taksi gelap bandara. Ketika berada di dalam mobil, sembari jalan proses negosiasi baru berlangsung. Adiknya merasa Rp 150 ribu terlalu mahal.

Adiknya menawar menjadi Rp 100 ribu. Namun, sopir taksi gelap meminta harga pas. "Akhirnya sopirnya bilang kalau tidak mau mendingan turun. Dan benar, adik saya diturunkan langsung di luar pintu gerbang itu," katanya sembari geleng-geleng kepala.

Dua kali menggunakan jasa taksi gelap bandara membuat Rifki kapok. Saat ini, ia lebih memilih menggunakan taksi bandara atau minta dijemput saudara.

Ada penumpang lain

Saat mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang, Laurentius Dexy (22) bingung mencari angkutan menuju Kabupaten Kudus. Awalnya, ia mengecek harga taksi bandara yang ternyata mematok Rp 290 ribu untuk perjalanan ke Kudus.

Sejenak berpikir di dekat loket taksi bandara, mendadak seorang pria memanggilnya. Pria itu menawarinya jasa taksi pelat hitam. "Harga awalnya Rp 280 ribu, saya tawar Rp 200 ribu. Akhirnya jatuh di angka Rp 250 ribu, langsung saya setuju," kata pria yang bekerja di Sidoarjo, Jatim itu.

Pria asal Wonogiri itu merasa harga taksi gelap lebih murah. Apalagi, ia pernah naik taksi argo dari Kudus ke Semarang yang harganya mencapai Rp 300 ribu. 

Ternyata penumpang taksi gelap bukan hanya dirinya. Ada satu penumpang lain yang semobil dengannya. Bedanya, penumpang lainnya turun di Pelabuhan Tanjung Emas. "Penumpang lainnya bayar Rp 75 ribu sampai pelabuhan," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved